Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Komitmen membangun Kabupaten Malinau tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai sosial, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
- Ekspos dan UAT Digelar, Pemkab Malinau Perkuat Ekosistem SAGET untuk Digitalisasi UMKM
- Di Hadapan Mahasiswa Unhas, Bupati Malinau Soroti Peluang dan Tantangan Sarjana Hukum di Era Digital
- Gerakan Literasi Malinau Kini Menginspirasi Indonesia, dari 5 TBM dan 11 Pegiat Kini Tumbuh Jadi 96 TBM dan 768 Pegiat
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan pemotongan hewan kurban yang digelar Pemerintah Kabupaten Malinau di halaman Kantor Bupati Malinau, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, SE., MH bersama Wakil Bupati Jakaria, SE., M.Si dan jajaran pemerintah daerah itu menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui semangat berbagi di Hari Raya Iduladha.
Dalam keterangannya, Wempi mengatakan bahwa kegiatan kurban telah menjadi tradisi yang terus dijaga selama masa kepemimpinannya sebagai bentuk rasa syukur sekaligus wujud kepedulian kepada masyarakat, khususnya para tenaga outsourcing dan warga yang membutuhkan.
“Ini bagian dari tradisi yang beberapa tahun terakhir kami lakukan bersama Pak Wakil dan jajaran pemerintah daerah. Momentum seperti ini menjadi kesempatan untuk berbagi dan berharap mendapat berkah,” ujar Wempi.
Bagi Wempi, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari capaian program dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kuatnya solidaritas sosial dan rasa persaudaraan di tengah masyarakat. Karena itu, nilai gotong royong dan saling membantu terus menjadi bagian dari berbagai kebijakan dan program pemerintah daerah.
Ia berharap daging kurban yang diterima masyarakat dapat menjadi berkah yang dirasakan lebih luas dengan cara dibagikan kembali kepada keluarga maupun tetangga yang belum mendapatkan bagian kurban.
Menurutnya, semangat berbagi tersebut merupakan salah satu kekuatan yang selama ini menjaga keharmonisan masyarakat Malinau yang hidup dalam keberagaman suku, agama, dan budaya.
“Kalau kita terus menjaga kebersamaan, saling peduli, dan mau berbagi dengan sesama, maka daerah ini akan semakin kuat. Persatuan dan kepedulian sosial adalah modal penting dalam membangun Malinau,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wempi juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat kehidupan beragama, serta menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana mempererat hubungan antarsesama.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malinau, kami menyampaikan bahwa walaupun mungkin belum maksimal, inilah usaha yang bisa kami lakukan dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wempi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Malinau terus berupaya hadir dalam mendukung kebutuhan masyarakat, termasuk melalui dukungan terhadap kegiatan keagamaan, pembangunan rumah ibadah, dan pembinaan organisasi keagamaan di daerah.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan berakhlak baik harus berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi maupun infrastruktur.
“Kalau masyarakat hidup rukun, menjaga persatuan, dan menjalankan ajaran agama dengan baik, saya yakin keberkahan akan terus hadir bagi Bumi Intimung,” tuturnya.
Pesan tersebut dinilai sejalan dengan pendekatan kepemimpinan Wempi yang selama ini menempatkan kebersamaan, persatuan, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Melalui momentum kurban, Pemerintah Kabupaten Malinau kembali menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya tentang membangun daerah, tetapi juga membangun kepedulian dan memperkuat ikatan sosial antarwarga.
Di akhir kegiatan, Wempi juga mengingatkan panitia dan masyarakat agar tetap mengutamakan pelaksanaan ibadah salat Jumat tepat waktu meskipun proses pemotongan dan pembagian hewan kurban masih berlangsung.
“Kalau sudah waktunya Jumat, berhenti dulu untuk salat Jumat, baru setelah itu dilanjutkan lagi,” pesannya.








