Bupati Wempi Apresiasi Gerakan Tanam Pohon Serentak Kodam VI/Mulawarman, Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan di Malinau

MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan kembali diperkuat melalui Gerakan Penanaman Pohon Serentak dan Pelepasan Benih Ikan yang digelar Kodam VI/Mulawarman bersama jajaran Kodim 0910/Malinau di Taman Jajok, Desa Malinau Seberang, Senin (4/5/2026). Kegiatan yang berlangsung serentak di seluruh wilayah Kodam VI/Mulawarman tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., yang menilai aksi tersebut sebagai langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memperkuat sinergi lintas sektor.

Pelaksanaan kegiatan dipusatkan secara virtual dan diikuti seluruh satuan jajaran Kodam VI/Mulawarman. Di Kabupaten Malinau, kegiatan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang bersama-sama melakukan penanaman pohon serta pelepasan benih ikan sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian alam.

Bupati Wempi mengatakan, tantangan perubahan iklim, kerusakan hutan, dan menurunnya kualitas lingkungan menuntut keterlibatan semua pihak. Karena itu, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memastikan sumber daya alam tetap lestari bagi generasi mendatang.

“Kami mengapresiasi Pangdam VI/Mulawarman beserta jajaran Kodim 0910/Malinau yang telah menginisiasi gerakan penanaman pohon serentak ini. Semoga menjadi langkah bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mewariskan alam yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujar Wempi.

Menurutnya, penghijauan tidak hanya bertujuan meningkatkan tutupan vegetasi, tetapi juga memiliki manfaat strategis dalam menjaga kualitas sumber air, mengurangi risiko bencana, memperbaiki kualitas udara, serta mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam.

Di Kabupaten Malinau, pohon yang ditanam disesuaikan dengan karakteristik kawasan setempat. Berbagai jenis pohon keras seperti ulin, bengkirai, dan meranti dipilih karena memiliki nilai ekologis tinggi sebagai penyusun ekosistem hutan tropis Kalimantan. Selain itu, sejumlah tanaman buah juga ditanam sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.

Tidak hanya melakukan penghijauan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelepasan benih ikan di perairan setempat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

Bupati Wempi berharap gerakan serupa tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi budaya bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup.

“Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap mampu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Malinau,” katanya.

Secara keseluruhan, Gerakan Penanaman Pohon Serentak yang dilaksanakan di wilayah Kodam VI/Mulawarman menargetkan penanaman 26.980 pohon keras, 14.530 pohon buah, dan 10.100 pohon ulin. Program tersebut juga ditargetkan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai gerakan penanaman pohon serentak berskala besar.

Selain penghijauan, kegiatan tersebut turut diwarnai dengan pelepasan 4.100 ekor burung dan 20.000 benih ikan sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan, pelestarian keanekaragaman hayati, serta pemulihan ekosistem di wilayah Kalimantan.

Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, gerakan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Bagi Kabupaten Malinau yang dikenal memiliki kawasan hutan tropis yang luas dan kaya akan keanekaragaman hayati, upaya konservasi seperti ini menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *