MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Peran keluarga dinilai semakin penting dalam membentuk karakter anak sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku.
Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan seminar yang diselenggarakan Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Kalimantan Utara di GPdI “Salem” Jemaat Desa Sesua, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, Rabu (26/8/2026) malam.
Rangkaian kegiatan tersebut dihadiri sekaligus secara resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H.
Dalam kegiatan itu, keluarga didorong menjadi tempat pertama bagi anak untuk memperoleh pembinaan, pendampingan, dan nilai-nilai kehidupan. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak juga dinilai semakin penting untuk menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang.
Perhatian khusus diberikan terhadap sejumlah persoalan yang dapat mengancam generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga pengaruh paham radikal dan terorisme.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku generasi, orang tua dinilai perlu membangun komunikasi yang baik dengan anak. Pendampingan keluarga menjadi bagian penting dalam membantu generasi muda menghadapi berbagai pengaruh negatif.
Kegiatan tersebut juga mengangkat pesan dari Matius 6:33 yang mengajak umat untuk senantiasa mengutamakan Tuhan dalam kehidupan, termasuk dalam membangun keluarga, menjalankan pelayanan, dan menghadapi berbagai tantangan sosial.
Pemerintah Kabupaten Malinau turut mengapresiasi peran gereja dan seluruh elemen keagamaan dalam membina masyarakat serta menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Malinau.
Melalui kegiatan KKR dan seminar ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, gereja, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter, iman, dan tanggung jawab sosial.
Rangkaian kegiatan diikuti para pendeta, pimpinan gereja, dan jemaat dari berbagai wilayah di Kalimantan Utara. Kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan dengan penekanan pada penguatan kehidupan rohani serta kepedulian terhadap berbagai tantangan yang dihadapi keluarga dan generasi muda.(el)









