Irau Bukan Sekadar Festival Budaya, Tapi Gerakan Ekonomi Rakyat: 551 UMKM Siap Tampil

Festival Budaya
Suksoro, Salah satu pelaku UMKM bidang kuliner sekaligus Sekretaris Komunitas UMKM Kabupaten Malinau. (Foto : Dody / Pijar Malinau)

Penulis : Steven YL | Editor : Evandry

MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Festival Budaya Irau ke-11 Tahun 2025 yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Malinau disambut dengan antusias tinggi oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bacaan Lainnya

Tahun ini, tercatat sebanyak 551 pelaku UMKM telah mendaftar & registrasi ulang untuk turut serta meramaikan event budaya terbesar di Kalimantan tersebut.

Salah satu pelaku UMKM bidang kuliner sekaligus Sekretaris Komunitas UMKM Kabupaten Malinau, Suksoro, mengatakan bahwa lonjakan jumlah pendaftar mencerminkan semangat besar pelaku UMKM dalam melihat peluang usaha yang hadir selama pelaksanaan Irau.

“Jumlah pendaftar sangat tinggi. Ini menandakan semangat luar biasa dari para pelaku UMKM yang melihat Irau sebagai momentum besar untuk memperluas usaha,” ujar Suksoro saat ditemui di sela-sela persiapan stand UMKM, Kamis (26/9/2025).

Menurutnya, para peserta telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pengurusan dokumen administratif seperti KTP, Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, serta melampirkan sertifikat pelatihan yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Malinau. Beberapa juga telah mengantongi sertifikasi halal.

“Kita lihat sendiri, pelaku UMKM sekarang makin tertib. Mereka punya kelengkapan legalitas, bahkan banyak yang sudah bersertifikat halal. Ini kemajuan besar,” ujarnya.

Dari sisi potensi omzet, Suksoro berbagi pengalamannya saat mengikuti Irau ke-10 pada tahun 2023 lalu. Dalam 20 hari pelaksanaan, ia mencatat perputaran uang sekitar Rp70 juta hanya dari satu stan kuliner yang ia kelola di lokasi utama acara.

“Itu hanya dari penjualan makanan dan minuman. Belum lagi efek ganda lainnya ke tenaga kerja dan suplai bahan baku lokal. Maka kami yakin, tahun ini bisa lebih besar,” tambahnya optimistis.

Ia menekankan bahwa kehadiran UMKM dalam Irau bukan hanya soal keuntungan pribadi, tetapi juga sebagai bagian dari pergerakan ekonomi kerakyatan yang membuka lapangan kerja dan menghidupkan sektor informal.

“Kita ini bukan sekadar jualan, tapi turut menggerakkan ekonomi daerah. Banyak yang bisa kita rekrut, dari anak muda sampai ibu rumah tangga,” katanya.

Suksoro juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Daerah Malinau, khususnya Bupati Malinau Wempi yang secara konsisten memberi ruang dan fasilitas bagi pelaku UMKM tanpa memungut biaya apapun.

“Kita bersyukur tinggal di Malinau. Dukungan seperti ini jarang ada di daerah lain. Pemerintah tidak hanya memberi izin, tapi juga memfasilitasi dan membina,” ucapnya.

Dengan semangat tinggi dan dukungan penuh dari pemerintah, ia berharap Festival Budaya Irau ke-11 dapat berlangsung sukses, meriah, dan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Mari kita sukseskan Irau ke-11 ini. Untuk warga Malinau maupun dari luar daerah, jangan ragu datang. Nikmati sajian budaya dan produk lokal terbaik dari UMKM kita,” pungkas Suksoro.

Festival Budaya Irau ke-11 dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 26 Oktober 2025, dipusatkan di Padan Liu Burung.

Selain pertunjukan seni budaya, ratusan pelaku UMKM akan memeriahkan arena dengan produk unggulan mereka, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, fashion, hingga produk olahan lokal lainnya. (syl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *