Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Bupati Malinau Wempi W. Mawa, SE., MH bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau melaksanakan kunjungan silaturahmi ke rumah para pejabat daerah, anggota DPRD, serta tokoh masyarakat Muslim di Kabupaten Malinau, Sabtu (21/3/2026).
Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin pemerintah daerah setiap lebaran ini berlangsung dalam suasana yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pasalnya, bencana banjir yang melanda hampir seluruh kawasan kota beberapa hari terakhir turut memengaruhi kondisi masyarakat dalam menyambut hari raya.
Usai kegiatan silaturahmi, Wempi mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi merendam sebagian besar wilayah kota dan berdampak langsung terhadap aktivitas warga, termasuk dalam mempersiapkan kebutuhan Idul Fitri.
“Memang tahun ini sedikit berbeda. Dua hari lalu kita menghadapi banjir yang cukup besar dan merata. Hampir seluruh kota terendam, dan itu tentu sangat mempengaruhi kondisi keluarga-keluarga kita,” kata Wempi.
Meski demikian, ia bersyukur kondisi air mulai berangsur surut sejak Jumat (20/3), sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dan mulai mempersiapkan perayaan lebaran. Namun, menurutnya, banyak warga yang masih harus berjuang membersihkan rumah dan lingkungan pascabanjir.
“Alhamdulillah air mulai surut, masyarakat sudah bisa bersiap kembali walaupun lelah karena harus membersihkan rumah dan lingkungan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wempi juga menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dan persatuan di tengah situasi yang dihadapi masyarakat. Ia bersama jajaran Pemkab Malinau tetap melaksanakan silaturahmi dengan para tokoh masyarakat lintas agama sebagai bentuk komitmen menjaga keharmonisan di daerah.
“Ini bentuk kebersamaan yang selalu kita jaga. Kita bangun silaturahmi, kebersamaan, dan persatuan di daerah yang kita cintai ini,” tuturnya.
Wempi juga mengajak seluruh umat Muslim di Kabupaten Malinau untuk tetap optimistis setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Ia berharap momentum Idul Fitri dapat menjadi semangat baru bagi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Semoga setelah menjalani ibadah puasa, kita semua memiliki semangat baru untuk membangun daerah dan memberikan yang terbaik bagi semua,” pungkasnya. (md)







