Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Pemerintah Kabupaten Malinau terus menaruh perhatian besar terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Program Desa Sarjana Unggul, yang telah membuka peluang bagi ribuan putra-putri Malinau untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Hal tersebut disampaikan Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., saat bertemu langsung dengan para pelajar kelas XI dan XII SMA/SMK/MAN dalam kegiatan sosialisasi peluang beasiswa yang digelar di Ruang Laga Feratu, Jumat (13/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Wempi memaparkan sejumlah program pemerintah daerah yang berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan.
Menurutnya, para pelajar yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan tersebut. Mereka aktif menggali informasi mengenai berbagai peluang melanjutkan pendidikan serta program yang dapat mendukung masa depan mereka.
“Pertama hari ini saya bertemu dengan anak-anak kita pelajar kelas XI dan XII sehubungan dengan beberapa program pemerintah daerah, termasuk program dari pemerintah pusat terkait pendidikan. Mereka sangat antusias mendapatkan informasi,” ujar Wempi.
Ia mengungkapkan bahwa Program Desa Sarjana Unggul menjadi salah satu upaya nyata pemerintah daerah untuk memastikan generasi muda Malinau memiliki kesempatan yang lebih luas dalam mengakses pendidikan tinggi.
Selama empat tahun terakhir, program tersebut telah menjaring lebih dari 2.000 putra-putri Malinau yang berhasil memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Selain jalur pendidikan formal, pemerintah daerah juga membuka ruang bagi generasi muda melalui Program Milenial Mandiri.
Program ini memberikan kesempatan bagi pelajar yang memilih jalur pendidikan nonformal agar tetap dapat mengembangkan keterampilan dan menentukan langkah masa depan setelah menyelesaikan pendidikan di bangku sekolah.
“Anak-anak muda hari ini membutuhkan akses informasi, ruang diskusi, dan kesempatan untuk menyampaikan harapan mereka. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mereka, bukan hanya soal pendidikan tetapi juga tentang masa depan mereka,” jelasnya.
Bupati Wempi menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan tidak seharusnya dipandang sebagai beban anggaran daerah. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengatasi persoalan kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan.
“Mereka adalah bagian dari rakyat kita. Bicara SDM berarti bicara masa depan dan kesejahteraan. Jika kita ingin menghadirkan generasi emas yang menjadi harapan bangsa, maka kita harus memberikan dukungan penuh kepada generasi muda hari ini,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa sebagai kepala daerah dirinya memiliki tanggung jawab untuk memastikan peluang pendidikan tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan oleh para pelajar yang memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan.
Sementara itu, terkait keberlanjutan program di masa mendatang, Wempi menyebut hal tersebut akan menjadi kewenangan pemimpin berikutnya. Namun yang terpenting saat ini adalah menunaikan komitmen yang telah disampaikan kepada masyarakat Malinau.
“Tugas saya sekarang memastikan peluang ini bisa dimanfaatkan oleh anak-anak muda kita. Soal keberlanjutan program ke depan tentu menjadi kewenangan pemimpin berikutnya. Yang penting saya menunaikan apa yang pernah saya janjikan kepada rakyat Kabupaten Malinau,” pungkasnya.







