Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM –Pemerintah Kabupaten Malinau bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya bagi petani dan pelaku usaha di daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan atau GENCARKAN yang digelar di Ruang Tebengang, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H.
Dalam sambutannya, Bupati Wempi menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap layanan jasa keuangan menjadi hal penting.
Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar agar tidak mudah terjebak dalam pinjaman online ilegal, investasi bodong, maupun praktik keuangan yang merugikan.
“Banyak masyarakat memilih pinjaman online karena dianggap cepat dan mudah. Padahal, jika masyarakat mendapatkan informasi yang benar serta akses pembiayaan yang aman dan terlindungi, mereka tentu akan lebih bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan formal,” ujar Bupati Wempi.
Ia menjelaskan, Kabupaten Malinau memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Namun, di sisi lain, masih terdapat tantangan yang dihadapi masyarakat, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga persoalan legalitas lahan yang berdampak pada akses pembiayaan formal.
Menurutnya, masih banyak petani yang mengelola lahan namun belum memiliki dokumen legalitas yang lengkap. Kondisi ini kerap menjadi kendala ketika masyarakat ingin mengajukan kredit atau pembiayaan ke lembaga keuangan.
Karena itu, Bupati Wempi menilai kemudahan akses pembiayaan harus dibarengi dengan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan.
Dengan begitu, dana yang diperoleh dapat digunakan untuk kegiatan produktif dan benar-benar memberi manfaat bagi peningkatan kesejahteraan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wempi juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemkab Malinau, seperti Wajib Belajar Malinau Maju, Desa Sarjana Unggul, Milenial Mandiri, SAGET atau Smart Government, serta PESAT.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Misran Pasaribu, mengatakan GENCARKAN menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan keuangan secara tepat.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Khusus sektor petani, peternak, pekebun, dan nelayan, literasi keuangan tercatat 57,97 persen, sedangkan inklusi keuangan mencapai 62,26 persen.
“Melalui kegiatan ini kami ingin masyarakat, khususnya petani, semakin cerdas dalam mengelola keuangan, mampu memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga, serta terhindar dari investasi ilegal, judi online, maupun pinjaman online ilegal,” ujar Misran.
Melalui GENCARKAN, Pemkab Malinau dan OJK berharap masyarakat semakin bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan formal untuk mendukung usaha produktif dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.








