Dukung Ketahanan Pangan, KHN Sediakan Pelatihan Budidaya Tanaman Pekarangan Bagi Perempuan Desa Harapan Maju

Ketahanan Pangan
Peserta pelatihan mempraktikkan secara langsung metode penyemaian bibit

Penulis : Medry | Editor : Evandry

MALINAU, PIJARMALINAU.COM – PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN) bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau menggelar Pelatihan Budidaya Tanaman Pekarangan bagi 20 perempuan warga RT 05 Desa Harapan Maju, Sabtu (15/6/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemulihan kehidupan pasca relokasi sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan masyarakat. Program tersebut juga sejalan dengan pemberdayaan masyarakat KHN Lestari bagi warga di sekitar wilayah proyek.

Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan pengetahuan tentang pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya sayuran menggunakan media polybag. Metode tersebut dinilai praktis, mudah diterapkan, tidak membutuhkan lahan luas, serta dapat membantu keluarga memanfaatkan ruang di sekitar rumah secara lebih produktif.

KHN juga menyiapkan sejumlah sarana budidaya untuk peserta, mulai dari bibit cabai, tomat, terong, kacang panjang, pupuk kandang, pupuk organik cair, polybag, hingga kapur dolomit. Bantuan tersebut diberikan agar warga dapat langsung memulai budidaya di rumah masing-masing.

Jenis tanaman yang dipilih memiliki masa panen relatif singkat, sekitar dua hingga tiga bulan, sehingga manfaatnya diharapkan dapat segera dirasakan oleh keluarga peserta.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau memberikan materi dan pendampingan teknis terkait proses penyemaian bibit, pemupukan, hingga perawatan tanaman.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau, Frent Tomi Lukas, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah dapat menjadi salah satu upaya keluarga dalam memenuhi kebutuhan sayuran sehari-hari.

Menurutnya, selain mendukung ketersediaan pangan sehat di tingkat rumah tangga, kegiatan tersebut juga dapat membantu mengurangi pengeluaran keluarga.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Welfred Sulaiman, S.Hut., M.M., menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta sangat penting dalam memperkuat program pemberdayaan masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Ketua Kelompok Wanita Tani Ledung Ufah, Murni Awang (56), mengaku senang mendapatkan pengetahuan baru tentang budidaya tanaman menggunakan polybag.

“Kami jadi tahu cara menanam yang lebih mudah dan praktis. Harapannya tanaman bisa tumbuh subur, sehingga ibu-ibu tidak perlu lagi belanja sayur dari luar. Kalau hasil panen bisa memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan kalau berlebih bisa dijual untuk menambah penghasilan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, KHN akan terus melakukan pendampingan kepada warga dalam proses penanaman dan perawatan hingga masa panen.

Melalui program ini, KHN berharap masyarakat Desa Harapan Maju semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sekaligus memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *