MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Layanan literasi berkelanjutan mulai diterapkan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Malinau pada Senin (14/9/2026), bertepatan dengan Hari Kunjungan Perpustakaan, untuk meningkatkan minat baca dan menjadikan TBM sebagai ruang belajar yang menyenangkan, terutama bagi anak-anak.
Program tersebut merupakan tindak lanjut surat atau edaran Bunda Literasi Malinau yang mendorong Bunda Literasi Kecamatan dan Desa memberikan layanan literasi di TBM yang berada di wilayah masing-masing.
Layanan literasi akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan bentuk kegiatan yang disesuaikan kebutuhan masyarakat. Kegiatannya antara lain membaca bersama, mendongeng, hingga aktivitas literasi lainnya.
Salah satu pelaksanaan awal berlangsung di TBM Vahu Singkai Putat, Desa Putat, Kecamatan Malinau Utara. Bunda Literasi Malinau, Ny. Maylenty Wempi, S.E., turut memberikan layanan dengan membacakan cerita kepada anak-anak.
Maylenty membawakan dongeng menggunakan ekspresi dan gerakan untuk membuat cerita lebih hidup. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan antusias dalam suasana yang akrab dan penuh keceriaan.
Setelah kegiatan mendongeng dan bermain, anak-anak juga mendapatkan kue dan susu. Aktivitas tersebut membuat kegiatan literasi tidak hanya berisi membaca atau mendengarkan cerita, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
Antusiasme anak-anak terlihat ketika Maylenty hendak meninggalkan TBM. Mereka mengantarnya hingga ke kendaraan dan berharap Bunda Literasi kembali berkunjung.
“Bunda sehat-sehat ya di jalan. Nanti kembali lagi Minggu depan. Dadah Bunda, nanti ke sini lagi,” ujar anak-anak dengan penuh semangat.
Salah seorang anak bahkan menyampaikan pantun sederhana, “Ubur-ubur ikan lele, cantik le…” yang langsung disambut tawa.
Kegiatan di TBM Vahu Singkai Putat menjadi salah satu bentuk awal pelaksanaan layanan literasi yang diarahkan berlangsung secara berkelanjutan di TBM.
Melalui kegiatan yang rutin dan dikemas secara menarik, TBM diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar yang aktif, ramah, dan dekat dengan masyarakat.
Bagi anak-anak, kegiatan seperti membaca bersama dan mendongeng diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan terhadap buku sekaligus membangun kebiasaan literasi sejak dini.









