MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Ketua TP PKK Kabupaten Malinau, Ny. Maylenty Wempi, S.E., mengajak masyarakat Desa Seruyung, Kecamatan Malinau Utara, membiasakan menanam dan memanfaatkan kelor di lingkungan rumah serta rutin membawa anak ke Posyandu sebagai bagian dari upaya mencegah stunting.
Ajakan itu disampaikan Maylenty saat menghadiri kegiatan sosialisasi pencegahan stunting, edukasi manfaat daun kelor, penanaman pohon kelor serentak, dan cek kesehatan gratis di Desa Seruyung, Jumat (11/9/2026).
Menurut Maylenty, menjaga kesehatan keluarga tidak cukup hanya mengandalkan petugas kesehatan. Keluarga dan masyarakat juga perlu terlibat dengan membangun kebiasaan sederhana yang mendukung kesehatan sehari-hari.
Salah satunya melalui gerakan menanam kelor. Maylenty berharap keberadaan tanaman kelor di lingkungan rumah dapat mengingatkan keluarga untuk lebih memperhatikan konsumsi sayur dan makanan sehat.
“Dengan gerakan tanaman daun kelor ini, kita diingatkan untuk makan sayur dan makanan yang sehat,” katanya.
Di sisi lain, Maylenty meminta masyarakat memanfaatkan Posyandu secara rutin setiap bulan. Anak, ibu hamil, dan lansia diharapkan tidak melewatkan pemeriksaan sehingga kondisi kesehatan dapat terus dipantau.
Untuk anak, pemantauan rutin menjadi penting untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan sejak dini.
Menurut Maylenty, perhatian terhadap kesehatan anak juga tidak boleh hanya diberikan kepada mereka yang sudah teridentifikasi mengalami stunting.
Seluruh anak di desa, kata dia, perlu mendapat perhatian dan pemantauan. Dengan begitu, kondisi pertumbuhan dan kesehatan mereka dapat diketahui secara berkala.
Maylenty juga mengingatkan orang tua agar memperhatikan makanan yang diberikan kepada anak. Asupan makanan bergizi dan seimbang perlu menjadi bagian dari kebiasaan keluarga, bukan hanya mengandalkan makanan ringan atau *snack*.
Selain makanan, kebersihan rumah dan lingkungan juga perlu diperhatikan. Menurutnya, kebiasaan hidup sehat perlu dibangun bersama dan dimulai dari lingkungan keluarga.
Ia pun meminta masyarakat saling mengingatkan jika ada warga yang tidak membawa anak ke Posyandu.
“Kalau ada yang tidak hadir di Posyandu, tolong diingatkan. Kita saling mengingatkan, saling menguatkan, saling membantu dan saling peduli,” pesannya.
Kegiatan di Desa Seruyung tersebut menjadi salah satu momentum untuk mengajak masyarakat lebih aktif dalam menjaga kesehatan keluarga. Selain edukasi pencegahan stunting dan manfaat kelor, kegiatan juga diisi dengan penanaman kelor secara serentak dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Maylenty berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman. Kebiasaan menanam dan memanfaatkan kelor, menjaga pola makan, serta rutin datang ke Posyandu diharapkan terus dilakukan masyarakat.
Ia juga mendorong kepedulian yang sama tumbuh di desa-desa lain di Kecamatan Malinau Utara, sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan bersama sejak dari lingkungan keluarga dan masyarakat.(el)









