Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Sebanyak 30 peserta mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Mandiri yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malinau selama tiga hari, 23–25 September 2026. Peserta dibekali kemampuan merancang hingga memasarkan usaha, termasuk pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malinau, Jon Ifung, S.Sos., M.Si., mengatakan peserta yang mengikuti pelatihan telah melalui proses pendaftaran, verifikasi, dan seleksi.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui Ekosistem Digital SAGET Kabupaten Malinau. Mekanisme tersebut, menurut Jon, diterapkan untuk meningkatkan transparansi, efektivitas, serta kemudahan masyarakat mengakses program pelatihan pemerintah daerah. “Pelatihan kewirausahaan mandiri ini khusus bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan usaha mandiri serta menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Jon saat pembukaan pelatihan di Aula PKK Malinau, Rabu (23/9/2026).
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi pengenalan dan pengembangan ide usaha, identifikasi peluang, penyusunan rencana usaha, hingga pengelolaan usaha dan keuangan sederhana.
Materi lainnya mencakup strategi pemasaran, pengembangan produk, pemanfaatan teknologi, serta pemasaran digital. Peserta juga mendapat pembekalan motivasi dan pengembangan mental kewirausahaan.
Jon mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu program Dinas Ketenagakerjaan yang mendukung program inovasi daerah Milenial Mandiri tahun anggaran 2026. “Harapan kami, pelatihan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan pembelajaran selama tiga hari, tetapi dapat dilanjutkan dengan penerapan ilmu dan keterampilan yang diperoleh,” katanya.
Selain kewirausahaan, Dinas Ketenagakerjaan Malinau juga menjalankan sejumlah pelatihan keterampilan sepanjang 2026.
Pelatihan teknik las diikuti 16 peserta selama 32 hari di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Samarinda. Jumlah yang sama mengikuti pelatihan teknis servis AC selama 32 hari di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi.
Sebanyak 16 peserta lainnya mengikuti pelatihan menjahit tingkat mahir selama 32 hari di Balai Samarinda.
Sementara pelatihan servis motor injeksi masih berlangsung di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung. Pelatihan yang diikuti 16 peserta tersebut berlangsung selama 35 hari, mulai 2 September hingga 22 Oktober 2026.
Jon berharap rangkaian pelatihan itu dapat meningkatkan produktivitas masyarakat, mendorong tumbuhnya usaha baru, serta membuka peluang terciptanya lapangan kerja di Kabupaten Malinau. (*)








