Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Festival Budaya Batu Menari di Destinasi Wisata Semolon, diarahkan menjadi agenda tahunan dan direncanakan masuk dalam kalender kegiatan Kabupaten Malinau pada 2027.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., saat Festival Budaya Batu Menari yang digelar untuk pertama kalinya di kawasan Semolon, Selasa (29/9/2026) malam.
Festival perdana itu diikuti 15 sanggar tari. Wempi menilai keterlibatan para sanggar menjadi awal bagi keberlanjutan kegiatan seni dan budaya di kawasan wisata tersebut.
“15 sanggar tari yang sudah hadir membuat sejarah baru. Karena ini kegiatan pertama, perdana. Nanti kedua, ketiga, keempat dan seterusnya,” kata Wempi.
Menurutnya, Festival Budaya Batu Menari menjadi salah satu ruang untuk menjaga dan menampilkan kearifan lokal serta kebudayaan yang ada di Kabupaten Malinau.
Ia berharap kegiatan tersebut terus berkembang sehingga masyarakat memiliki ruang yang berkelanjutan untuk menampilkan kekayaan budaya daerah.
Selain pengembangan kegiatan budaya, Wempi menekankan pentingnya menjaga kondisi alam Semolon sebagai bagian dari daya tarik kawasan tersebut. Salah satu karakteristiknya adalah formasi bertingkat pada aliran air yang terbentuk secara alami.
“Ini bukan kaca, tapi air asli yang berasal dari Sungai Semolon. Ini dibentuk oleh alam sendiri, bukan dibuat oleh tangan manusia,” ujarnya.
Ia juga kembali mengingatkan masyarakat menjaga ekosistem kawasan Semolon, termasuk sekitar 7.000 ikan yang sebelumnya dilepas di lokasi tersebut. Pengunjung diminta tidak menangkap ikan dan ikut menjaga keberadaannya.
“Siapa pun yang datang ke tempat ini wajib memberi makan ikannya, bukan mengambil ikannya,” tegasnya.
Di sisi aksesibilitas, pembangunan jalan dari kawasan Semolon menuju Rajuk juga terus dilakukan secara bertahap. Wempi menyebut ruas tersebut telah dikerjakan dengan pengaspalan hotmix dan ditargetkan selesai pada tahun ini.
Perbaikan akses tersebut diharapkan mempermudah masyarakat Malinau maupun pengunjung dari luar daerah menuju kawasan Semolon.
Dalam kegiatan itu, Wempi juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pariwisata Malinau Dr. Kristian beserta jajaran atas penyelenggaraan festival.
Ia menutup pesannya dengan mengajak masyarakat menempatkan kebudayaan sebagai bagian dari kehidupan bersama.
“Budaya adalah kita, kita adalah budaya itu,” katanya. (*)








