Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Peningkatan mutu layanan kesehatan terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Malinau di bawah kepemimpinan Bupati Wempi W. Mawa, SE., MH.
Salah satu langkah strategisnya adalah melalui RSUD Malinau yang menargetkan pengaktifan kembali tiga teknologi medis canggih pada tahun 2025.
Direktur RSUD Malinau, dr. Anak Agung Gde Dwipa Byantara, mengatakan saat ini pihaknya tengah menyempurnakan fasilitas pendukung dan prasarana pelatihan tenaga medis.
Ketiga teknologi yang akan diaktifkan adalah laparoskopi, bronkoskopi, dan endoskopi.
“Pengaktifan kembali layanan pengobatan tahun ini masih berproses, termasuk penyediaan prasarana pelatihan dan tenaga medis terampil,” ujarnya dikutip Radar Tarakan, Kamis (14/8).
Ia menjelaskan, laparoskopi digunakan untuk pemeriksaan dan operasi pada organ perut atau panggul melalui sayatan kecil, sehingga mempercepat pemulihan pasien serta mengurangi risiko pascaoperasi.
Sementara itu, bronkoskopi berfungsi memeriksa saluran pernapasan dengan alat berkamera dan kerap digunakan untuk mendiagnosis penyakit paru-paru atau mengangkat benda asing di saluran napas.
“Adapun endoskopi digunakan untuk memeriksa organ dalam sistem pencernaan seperti kerongkongan, lambung, dan usus. Teknologi ini memungkinkan diagnosis dini sekaligus tindakan pengobatan ringan,” terangnya.
Menurut dr. Agung, pengadaan kembali tiga teknologi ini akan berdampak besar bagi masyarakat Malinau.
Dengan adanya fasilitas tersebut, pasien tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di luar daerah untuk mendapatkan layanan serupa.
“Selain mempersiapkan peralatan, RSUD Malinau juga menyiapkan tenaga medis terlatih melalui pelatihan khusus. Hal ini dilakukan untuk memastikan prosedur dapat berjalan sesuai standar keselamatan pasien,” jelasnya.
Targetnya, seluruh prasarana pendukung akan rampung pada 2025 sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat. (md)








