Disperindag Malinau Salurkan 1.400 Paket Pasar Murah, Telur Ayam Lokal Diminati Warga

Disperindag

Penulis : Medry | Editor : Evandry

MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malinau menyalurkan sebanyak 1.400 paket bahan kebutuhan pokok melalui kegiatan Pasar Murah Ramadhan yang digelar di sejumlah titik di wilayah Malinau.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari dan berakhir di Taman Jajok, Desa Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara, pada Jumat (6/3/2026).

Program pasar murah yang dilaksanakan bersama Tim Penggerak PKK serta sejumlah organisasi wanita ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malinau, Sergius, mengatakan selama empat hari pelaksanaan kegiatan, pemerintah daerah menyalurkan sekitar 350 paket sembako setiap harinya.

“Ini adalah hari terakhir kami bersama Tim Penggerak PKK menyalurkan pasar murah untuk masyarakat, khususnya di Taman Jajok, Desa Malinau Seberang. Selama empat hari kegiatan, total ada 1.400 paket yang kami salurkan, atau sekitar 350 paket setiap harinya,” ujar Sergius.

Ia menjelaskan paket yang disediakan dalam pasar murah tersebut terdiri dari berbagai kebutuhan pokok seperti beras, telur, gula, tepung, bawang merah dan bawang putih.

Menurut Sergius, tingginya minat masyarakat membuat sejumlah paket bahkan habis lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.

“Untuk hari ini saja sebenarnya sudah melebihi target. Bahkan masih banyak masyarakat yang ingin membeli, sehingga kami mohon maaf karena tahun ini belum semua bisa terakomodir,” jelasnya.

Menariknya, komoditas telur yang dijual dalam pasar murah kali ini menggunakan telur lokal hasil peternak di Kabupaten Malinau. Hal ini menjadi salah satu indikator bahwa produksi telur lokal mulai berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Semua telur yang kami sediakan adalah telur lokal. Ini juga hasil dari program bantuan pemerintah daerah sebelumnya, yang sekarang sudah mulai menghasilkan,” katanya.

Ia menambahkan, dalam satu titik penjualan biasanya melibatkan tiga hingga empat peternak lokal yang tergabung untuk memenuhi kebutuhan pasokan telur.

Sergius berharap kegiatan pasar murah seperti ini dapat terus dilaksanakan karena dinilai mampu membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama menjelang hari besar keagamaan.

“Kegiatan ini sangat diminati masyarakat. Selain membantu meringankan beban masyarakat, juga untuk menjaga stabilitas harga. Kami juga sangat terbantu dengan keterlibatan berbagai organisasi seperti TP PKK, Dekranasda, Dharma Wanita Persatuan dan organisasi lainnya,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *