Di Hadapan Mahasiswa Unhas, Bupati Malinau Soroti Peluang dan Tantangan Sarjana Hukum di Era Digital

Mahasiswa Unhas

Penulis : Medry | Editor : Evandry

MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, SE., MH menegaskan pentingnya peran sarjana hukum dalam menjaga kualitas pemerintahan dan kehidupan politik di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Wempi saat menjadi narasumber dalam kuliah umum bertajuk “Peluang dan Tantangan Sarjana Hukum di Bidang Pemerintahan dan Politik” di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Jumat (22/5/2026).

Dalam pemaparannya di hadapan mahasiswa Fakultas Hukum Unhas, Wempi mengatakan bahwa hukum tidak boleh hanya berhenti sebagai aturan tertulis, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan dan persoalan nyata masyarakat.

“Hukum harus menjadi jembatan antara norma-norma tertulis dengan realitas kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, sarjana hukum tidak cukup hanya memahami pasal demi pasal, tetapi juga harus memiliki tanggung jawab moral dalam penerapannya,” ujar Wempi.

Ia menjelaskan, lulusan hukum memiliki peluang besar untuk berkarier di berbagai bidang, baik pemerintahan maupun politik. Menurutnya, kemampuan memahami regulasi dan kebijakan menjadi modal penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik.

“Peluang sarjana hukum sangat luas. Bisa menjadi ASN, terlibat dalam penyusunan kebijakan dan regulasi, menjadi penegak hukum, hingga masuk ke dunia politik sebagai tenaga ahli, konsultan publik, maupun legislator,” katanya.

Wempi juga menyoroti pentingnya integritas dalam profesi hukum. Ia menilai keberadaan sarjana hukum sangat menentukan dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

“Ketika hukum ditegakkan secara adil dan konsisten, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan tumbuh. Di situlah peran penting sarjana hukum sebagai penjaga moral kekuasaan,” tegasnya.

Meski peluang terbuka luas, Wempi mengingatkan bahwa sarjana hukum saat ini juga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Mulai dari persaingan kerja yang semakin ketat, perubahan regulasi yang cepat, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), hingga tekanan opini publik di media sosial.

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini menuntut generasi muda untuk terus belajar dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

“Sekarang tantangannya bukan hanya memahami hukum, tetapi bagaimana kita mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat yang terus berubah,” ujarnya.

Ia pun mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan komunikasi, memperluas jaringan, dan menjaga profesionalisme dalam bekerja.

“Mahasiswa hukum harus punya kemampuan public speaking yang baik, mampu membangun relasi, dan yang paling penting menjaga integritas. Karena tantangan terbesar hari ini bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi juga karakter dan kepemimpinan,” kata Wempi.

Menutup pemaparannya, Wempi berharap mahasiswa Fakultas Hukum Unhas dapat menjadi generasi yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat melalui profesi dan keilmuan yang dimiliki.

“Kita membutuhkan sarjana hukum yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan mampu hadir memberikan solusi bagi masyarakat,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *