Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Para pelaku seni di Kabupaten Malinau didorong untuk tidak hanya menunggu undangan tampil dalam kegiatan pemerintah maupun festival tahunan.
Mereka diharapkan mampu mengelola sanggar secara profesional dan menyusun agenda pertunjukan rutin yang dapat dinikmati masyarakat serta wisatawan.
Dorongan itu disampaikan Wakil Bupati Malinau Jakaria, SE., M. Si saat membuka Pelatihan Manajemen Seni Tahun 2026 di Ruang Laga Feratu, Selasa (14/7/2026).
Menurut Jakaria, banyak pelaku seni memiliki kemampuan dan kreativitas yang baik, namun masih menghadapi kendala dalam pengelolaan organisasi, penyusunan program hingga keberlanjutan kegiatan.
“Manajemen seni sering kali terlewatkan oleh penyelenggara maupun penggiat seni. Padahal, inilah yang menentukan keberlanjutan sebuah kegiatan seni sehingga dapat menjadi potensi daerah yang terus berkembang,” ujarnya.
Ia mengatakan, kemampuan berkarya harus diimbangi dengan manajemen yang baik. Tanpa pengelolaan yang terencana, aktivitas sanggar dikhawatirkan hanya berjalan ketika ada undangan tampil atau kegiatan tertentu.
Karena itu, Jakaria mengajak para pengelola sanggar untuk mulai membangun kolaborasi dan menyusun jadwal pertunjukan secara bergiliran. Panggung seni yang telah disediakan pemerintah juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Pertunjukan yang digelar secara rutin, menurutnya, berpotensi menjadi daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Malinau.
“Kalau pertunjukan seni bisa rutin digelar, tentu akan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang datang ke Malinau, khususnya masyarakat dari kabupaten dan kota lain di Kalimantan Utara yang menghabiskan akhir pekan di sini untuk menikmati kuliner maupun suasana daerah,” katanya.
Jakaria menilai seni dan budaya merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Selain menjaga identitas dan warisan budaya, aktivitas kesenian juga dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tanpa memberikan tekanan besar terhadap lingkungan.
Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Malinau tersebut diikuti 40 peserta dari sanggar tari dan sanggar seni rupa. Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan narasumber dari Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Yogyakarta.
Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai pengelolaan organisasi, perencanaan kegiatan serta penyelenggaraan pertunjukan seni.
Pemerintah daerah berharap para peserta nantinya tidak hanya semakin terampil dalam menghasilkan karya, tetapi juga mampu membangun sanggar yang mandiri, profesional dan berkelanjutan.








