Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Di tengah gegap gempita peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 , sosok Bupati Malinau Wempi W. Mawa, SE., MH kembali menegaskan kepemimpinannya sebagai pemimpin yang konsisten, menepati janji, dan hadir hingga ke pelosok desa.
Dalam acara Malam Resepsi Kenegaraan yang digelar di Panggung Ulung Buaye, Desa Wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Minggu (17/8/2025), Bupati Wempi tak hanya menyampaikan pidato kebangsaan, tetapi juga mewujudkan komitmen konkret kepada rakyat.
“Bagi kami, kemerdekaan bukan sekadar seremoni. Ia adalah kewajiban untuk memastikan bahwa keadilan dan kesejahteraan benar-benar dirasakan seluruh rakyat, termasuk mereka yang tinggal di desa-desa,” ujarnya.
Salah satu ciri khas dalam kepemimpinan Bupati Wempi adalah tidak banyak bicara, tapi banyak bekerja.
Pada momen tersebut, ia secara simbolis menyerahkan bantuan sosial untuk lansia sebesar Rp200 ribu per bulan dan santunan Rp1 juta per bulan bagi anak yatim piatu. dua program yang telah ia janjikan sejak masa kampanye.
“Ini bantuan dari pemerintah. Nanti tiap bulan para lansia akan dapat.” ucapnya.
Langkah ini semakin memperkuat citra Bupati Wempi sebagai pemimpin berempati dan berpihak kepada yang lemah, sesuatu yang jarang dijumpai dalam gaya kepemimpinan modern.
Tak berhenti di situ, Bupati Wempi juga menyerahkan Fasilitas internet berbasis Satelit (Starlink) untuk 11 kecamatan di Malinau.
Program ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi bagian dari visi besar digitalisasi pemerintahan melalui Salah satu program unggulannya yaitu Smart Government (SAGET).
“Kami ingin anak-anak di pedalaman bisa belajar online seperti anak-anak di kota. Kami ingin layanan pemerintah hadir di genggaman semua warga, tanpa terkecuali,” ujarnya.
Dengan langkah ini, Bupati Wempi membuktikan bahwa inovasi teknologi tidak hanya milik kota besar, tetapi juga bisa dan harus hadir di daerah perbatasan Indonesia seperti Kabupaten Malinau.
Pidato Bupati Wempi malam itu bukan sekadar kata-kata indah. Ia menyusun narasi besar yang menyatu dengan tindakannya, Malinau sebagai rumah yang adil dan sejahtera untuk semua. (md)








