Ibadah Natal PWKI Malinau, Maylenty Wempi Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan

PWKI Malinau

Penulis : Medry | Editor : Evandry

MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Kabupaten Malinau menggelar Ibadah Syukur Perayaan Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026, Rabu (28/1/2026), bertempat di Gereja Bethany BMC Pelita Kanaan, Kabupaten Malinau.

Bacaan Lainnya

Penasehat DPC PWKI Kabupaten Malinau, Ny. Maylenty Wempi, SE dalam sambutannya menegaskan bahwa perayaan Natal merupakan momentum penting untuk memperkuat peran perempuan Kristen, khususnya dalam membangun keluarga yang takut akan Tuhan.

“Melalui kelahiran Yesus Kristus, Allah menyatakan bahwa Ia hadir secara nyata untuk membawa keselamatan, pemulihan, dan pengharapan, yang dimulai dari keluarga,” ujar Ny. Maylenty Wempi.

Ia menjelaskan bahwa keluarga adalah tempat pertama di mana iman ditanamkan, kasih dipraktikkan, serta nilai-nilai Kristus diajarkan dan diteladankan. Oleh karena itu, perempuan Kristen memiliki peran strategis sebagai istri dan ibu dalam membentuk kehidupan rohani keluarga.

“Perempuan Kristen harus menjadi pendoa bagi keluarga, membangun dan membela keluarga, serta membangun relasi yang erat dengan Tuhan. Dari keluarga inilah terang Kristus dapat dibawa ke tengah gereja dan masyarakat,” katanya.

Ny. Maylenty Wempi juga mengajak seluruh anggota PWKI untuk tidak hanya menjadi penerima berkat, tetapi juga menjadi berkat bagi sesama melalui sikap, perkataan, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

Memasuki Tahun Baru 2026, ia berharap PWKI Kabupaten Malinau semakin solid dalam kebersamaan, bertumbuh dalam iman, serta aktif dalam pelayanan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“PWKI diharapkan terus menjadi wadah yang mempererat persaudaraan, memperkuat iman, dan menjadi saluran berkat, baik bagi gereja maupun masyarakat di Kabupaten Malinau,” tambahnya.

Selain pembinaan rohani, Ny. Maylenty Wempi juga mendorong PWKI untuk berperan dalam penguatan ekonomi keluarga melalui pelatihan keterampilan dan keterlibatan dalam kegiatan UMKM.

“Saya berharap ke depan PWKI dapat mengembangkan pelatihan seperti membatik, menjahit, dan keterampilan lainnya, sehingga ibu-ibu PWKI dapat lebih mandiri dan produktif,” tuturnya. (md)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *