Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Kualitas pembangunan manusia di Kabupaten Malinau terus menunjukkan tren positif.
Badan Pusat Statistik (BPS) Malinau mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Malinau mengalami kenaikan pada tahun 2025 dan menempati posisi kedua tertinggi di Kalimantan Utara.
Berdasarkan data terbaru BPS Malinau, IPM Kabupaten Malinau meningkat dari 74,72 pada tahun 2024 menjadi 75,21 di tahun 2025.
Capaian tersebut sekaligus melampaui rata-rata IPM Kalimantan Utara yang berada di angka 74,04.
Dikutip dari Tribunnews, Kepala BPS Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan, mengatakan bahwa dengan capaian tersebut, Malinau berada tepat di bawah Kota Tarakan dalam peringkat IPM se-Kalimantan Utara.
“IPM kita sekarang berada di peringkat kedua setelah Kota Tarakan,” ujar Yanuar.
Ia menjelaskan, peningkatan IPM Malinau pada tahun 2025 terutama didorong oleh sektor pendidikan.
Salah satu indikator yang mengalami kenaikan signifikan adalah Harapan Lama Sekolah (HLS) yang kini mencapai 13,58 tahun.
“Ini menunjukkan bahwa anak-anak di Malinau memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengenyam pendidikan hingga semester awal perguruan tinggi,” jelasnya.
Selain pendidikan, faktor ekonomi juga turut berkontribusi terhadap peningkatan IPM.
BPS mencatat pengeluaran riil per kapita penduduk Malinau meningkat menjadi Rp11.436.000 per tahun, yang mencerminkan membaiknya daya beli masyarakat.
Namun di balik capaian tersebut, BPS Malinau juga mencatat adanya kenaikan angka pengangguran terbuka, dari 3,10 persen menjadi 3,42 persen pada tahun 2025.
Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya jumlah lulusan baru yang belum terserap oleh pasar kerja.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu diiringi dengan kebijakan penyerapan tenaga kerja yang adaptif.
Dalam konteks ini, keberadaan berbagai program pemberdayaan pemuda dan kewirausahaan di Kabupaten Malinau menjadi penting sebagai bagian dari solusi jangka menengah.
Salah satu program Pemerintah Kabupaten Malinauyang relevan adalah Program Milenial Mandiri, yang diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi generasi muda melalui penguatan keterampilan, kewirausahaan, serta penciptaan usaha baru.
Program ini dinilai sejalan dengan tantangan meningkatnya jumlah lulusan baru yang memasuki dunia kerja.
Melalui penguatan program-program tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu menekan masa tunggu kerja lulusan muda, sekaligus menjaga keberlanjutan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Malinau. (md)








