Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Sebanyak 29.091 anak atau sekitar sepertiga dari total penduduk Kabupaten Malinau menjadi perhatian dalam penguatan perlindungan anak dari kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pemenuhan indikator Kabupaten Layak Anak (KLA).
Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau sekaligus Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. H. Kamran Daik, M.Si., mengatakan jumlah anak yang besar harus diikuti dengan lingkungan yang mampu menjamin pemenuhan hak dan perlindungan mereka. “Jumlah anak di Malinau sebanyak 29.091 jiwa atau sepertiga dari total penduduk. Ini adalah aset besar yang harus kita lindungi dari kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi,” ujar Kamran di Ruang Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau, Senin (21/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan saat Kamran membacakan sambutan Bupati Malinau dalam Bimbingan Teknis Konvensi Anak dan Sosialisasi Sekolah Ramah Anak Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan aparatur sipil negara (ASN) serta tenaga pendidik dalam pemenuhan hak anak sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Kamran menyebut kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memenuhi indikator Kabupaten Layak Anak. Dalam verifikasi administrasi tingkat Provinsi, Kabupaten Malinau telah memperoleh skor 103 dan berada pada kategori Madya.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia dinilai diperlukan seiring masih maraknya kejahatan terhadap anak. Karena itu, ASN dan tenaga pendidik diharapkan memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam pemenuhan hak serta perlindungan anak.
Menurut Kamran, anak yang haknya terpenuhi diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi berkualitas, berdaya saing, dan memiliki mental yang kuat.
Pemerintah Kabupaten Malinau juga mengajak keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah untuk terlibat dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
Upaya menuju Kabupaten Layak Anak, menurutnya, tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar nilai penilaian, tetapi untuk memastikan anak-anak di Malinau memperoleh lingkungan yang mendukung tumbuh kembang dan perlindungan mereka.








