Penulis : Steven YL | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Gelaran pembukaan Festival Budaya Irau ke-11 tahun 2025 akan kembali menghadirkan pertunjukan spektakuler, tarian kolosal 1.000 penari.
Namun di balik gemerlap panggung dan ribuan gerak serentak itu, ada ruh yang menyatukan, musik etnis yang digarap secara khusus oleh Uyau Moris, putra daerah Malinau yang telah dikenal luas sebagai musisi spesialis alat musik tradisional Sape.
Uyau Moris dipercaya sebagai komposer utama dalam hajatan budaya terbesar di Bumi Intimung itu. Kepiawaiannya dalam mengolah musik etnik tak hanya dikenal di Kalimantan, tetapi juga di pentas nasional dan internasional.
“Komposisi musik sudah rampung sejak dua bulan lalu,” ungkap Uyau saat ditemui di sela latihan di Padan Liu Burung, pusat kegiatan Irau ke-11.
“Kami memang menyelesaikannya lebih awal supaya tim koreografi bisa langsung menyusun gerakan sesuai irama yang kami ciptakan.”
Musik yang akan mengiringi tarian kolosal ini, kata Uyau, bukan sekadar musik pengiring biasa.
Ia menyebut, komposisi ini lahir dari proses panjang yang melibatkan riset, eksplorasi etnik, dan rasa cinta terhadap Bumi Intimung.
“Ini bukan hanya musik, tapi cermin dari keberagaman budaya yang ada di Malinau. Ada unsur 11 etnis lokal, termasuk dari berbagai paguyuban. Semua kami satukan dalam satu harmoni,” ujarnya.
Menurutnya, musik ini sekaligus menjadi simbol bahwa Malinau adalah Indonesia Mini, tempat bernaung banyak suku, budaya, dan adat istiadat, yang hidup berdampingan secara damai.
“Lewat musik, kami ingin menyampaikan bahwa perbedaan bukan penghalang, justru kekayaan. Dari Malinau, kita ingin tunjukkan pada Indonesia bahwa keberagaman bisa menjadi satu kekuatan,” tegasnya.
Uyau Moris juga memastikan bahwa seluruh musisi yang terlibat adalah pelajar dan pemuda lokal Malinau. Keterlibatan generasi muda ini, menurutnya, penting untuk memastikan estafet kebudayaan terus berjalan.
“Semua pemain musik adalah anak-anak Malinau sendiri. Kami ingin tunjukkan bahwa generasi muda bisa dan bangga memainkan musik etnik,” ujarnya.
Sebagai musisi yang telah lama berkarya di panggung nasional, Uyau mengaku bahwa terlibat dalam Festival Irau tahun ini memiliki makna tersendiri.
“Ini bukan sekadar tampil, tapi bagian dari pengabdian. Saya kembali ke rumah, mempersembahkan karya terbaik untuk tanah kelahiran saya,” pungkasnya.
Festival Budaya Irau ke-11 akan dibuka secara resmi pada 7 Oktober 2025 dan berlangsung hingga 26 Oktober 2025.
Tarian kolosal 1.000 penari yang diiringi musik etnik hasil karya Uyau Moris akan menjadi sajian utama dalam pembukaan, dan dipastikan menjadi simbol persatuan, kebanggaan, serta kekayaan budaya Malinau yang tak ternilai. (syl)








