Penulis : Steven YL | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Puncak pembukaan Festival Budaya Irau ke-11 tahun 2025 akan kembali disemarakkan dengan penampilan spektakuler tarian kolosal yang melibatkan 1.000 penari. Persiapan untuk suguhan akbar ini telah dimulai sejak akhir Agustus lalu.
Desy Anastasia, Koreografer dalam pertunjukan tersebut, mengungkapkan bahwa peserta tarian berasal dari beragam latar belakang, mulai dari sanggar-sanggar seni hingga para pelajar yang ada di Kabupaten Malinau.
“Peserta bukan hanya dari sanggar-sanggar tari, tetapi juga dari sekolah-sekolah. Antusiasme anak-anak sangat tinggi, bahkan banyak yang berasal dari luar sanggar tari,” ujar Anastasia saat ditemui usai sesi latihan di salah satu lokasi latihan utama.
Namun, di balik semarak persiapan, ia tak menampik adanya tantangan yang cukup besar, terutama dalam hal penyatuan gerak.
“Tantangan terbesar justru datang dari peserta yang belum memiliki dasar menari. Mereka harus digembleng lebih keras agar bisa menampilkan gerakan yang seragam dan harmonis pada pembukaan nanti,” tambahnya.
Tarian kolosal tahun ini akan menjadi bentuk interpretasi artistik dari tema besar Irau ke-11, yakni “MALINAU : NEGERI SANG PENGENDALI AIR – KALTARA TERANG, NO INDONESIA GELAP.” Konsep ini menekankan peran strategis Malinau dalam menjaga sumber daya air dan menggerakkan energi untuk masa depan.
Anastasia memastikan bahwa tarian kolosal akan hadir dengan sentuhan baru yang lebih segar dan kontekstual.
“Yang pernah ditampilkan di tahun sebelumnya tidak lagi kita bawakan tahun ini. Kalau dulu kita lebih dominan ke etnis murni, sekarang kita padukan dengan sentuhan kontemporer yang lebih modern,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh koreografi dan tampilan di panggung telah dirancang untuk menyatu dengan tema besar yang diusung oleh panitia, sesuai arahan langsung dari Bupati Malinau.
“Pesan dari Bupati Malinau sangat jelas: seluruh tampilan harus selaras dengan konsep dan tema besar Irau. Supaya bukan hanya sekadar pertunjukan, tapi ada pesan yang sampai ke hati masyarakat,” ungkapnya.
Anastasia berharap penampilan spektakuler ini bisa menjadi magnet bagi warga Malinau maupun pengunjung dari luar daerah.
“Harapan kami, warga Malinau maupun masyarakat dari daerah sekitar bisa hadir menyaksikan langsung kemeriahan Irau ke-11. Semua telah dipersiapkan dengan matang untuk memberikan penampilan terbaik,” pungkasnya.
Festival Budaya Irau ke-11 akan digelar pada 7–26 Oktober 2025 sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Malinau ke-26. Selain tarian kolosal, berbagai atraksi budaya dan hiburan rakyat telah dipersiapkan untuk menyambut tamu dari berbagai penjuru. (syl)








