Takbiran Iduladha di Malinau Penuh Makna, Bupati Wempi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan

MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Hujan gerimis yang mengguyur Malinau Seberang tidak mengurangi semangat masyarakat dalam menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Ribuan lantunan takbir menggema mengiringi pelepasan peserta pawai takbir keliling yang dipimpin langsung oleh Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., di depan Masjid At-Taqwa, Desa Malinau Seberang, Selasa (26/5/2026) malam.

Meski cuaca kurang bersahabat, masyarakat dari berbagai wilayah tetap memadati lokasi kegiatan. Kehadiran Bupati di tengah guyuran hujan menjadi penyemangat tersendiri bagi peserta yang antusias mengikuti pawai hingga selesai.

Dalam sambutannya, Wempi mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan hujan sebagai penghalang dalam menyemarakkan malam takbiran yang merupakan bagian dari syiar Islam.

“Hujan juga tidak apa-apa, saya juga hujan-hujan. Sama-sama kita hujan-hujan,” ujar Wempi yang disambut tepuk tangan dan sorak semangat para peserta.

Sebelum menyampaikan pesan Iduladha, Bupati terlebih dahulu mengajak seluruh masyarakat mendoakan salah seorang warga Desa Malinau Seberang, almarhum Ruslan PB, yang telah berpulang.

“Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Besar, diampuni segala khilafnya, serta seluruh amal ibadahnya menjadi kebaikan dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ucapnya.

Menurut Wempi, pawai takbir keliling tidak hanya menjadi tradisi tahunan dalam menyambut Hari Raya Iduladha, tetapi juga merupakan media untuk memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Ia menegaskan bahwa gema takbir yang dikumandangkan pada malam Iduladha membawa pesan persatuan, kebersamaan, dan kepedulian antarsesama, nilai-nilai yang selama ini menjadi kekuatan Kabupaten Malinau dalam menjaga kehidupan yang harmonis.

“Takbiran bukan hanya tentang mengumandangkan kebesaran Allah SWT, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Malinau,” katanya.

Momentum Iduladha, lanjut Wempi, juga menjadi pengingat akan pentingnya semangat berbagi, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Malinau berkomitmen memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Ia mengungkapkan, usai pelaksanaan Salat Iduladha, dirinya dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi penyembelihan hewan kurban untuk memastikan proses penyembelihan berlangsung sesuai syariat Islam, memenuhi standar kesehatan hewan, serta pendistribusian daging kurban dilakukan secara tertib dan tepat sasaran.

Sebelum secara resmi melepas peserta pawai, Bupati juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga ketertiban selama perjalanan dengan mematuhi rute yang telah ditentukan serta mengikuti arahan panitia dan aparat keamanan.

“Mari kita laksanakan pawai takbir ini dengan tertib, aman, dan penuh rasa syukur sehingga semangat Iduladha benar-benar membawa kedamaian, kebahagiaan, serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” pesannya.

Usai sambutan, Bupati Wempi secara resmi melepas rombongan pawai takbir keliling. Iring-iringan kendaraan yang dihiasi ornamen Islami dan gema takbir kemudian bergerak menyusuri ruas-ruas jalan di Malinau Seberang, disaksikan masyarakat yang memadati sepanjang rute.

Meskipun gerimis terus turun hingga kegiatan berlangsung, semangat peserta tidak surut. Kebersamaan yang tercipta sepanjang malam takbiran menjadi gambaran kuat bahwa nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat Malinau. Suasana tersebut sekaligus menjadi awal yang penuh makna dalam menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dengan semangat keimanan, kepedulian sosial, dan persatuan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *