Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Dalam suasana hangat dan penuh semangat, Bupati Malinau Wempi W Mawa, S.E., M.H., membuka kegiatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 dan Jambore Kader PKK tingkat Kabupaten Malinau, yang digelar di Ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau, Senin (15/9/2025).
Namun yang menjadi sorotan utama dalam sambutan Bupati Wempi kali ini adalah kampanye transformasi Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang disampaikan langsung di hadapan ribuan kader PKK dari seluruh pelosok desa di Malinau.
“Kampanye transformasi ini mencakup bidang sosial, pendidikan, kesehatan, perumahan rakyat, hingga pekerjaan umum,” ujar Bupati Wempi.
“Posyandu hadir untuk memberdayakan masyarakat desa, ikut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.”
Menurutnya, Posyandu harus bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat desa, khususnya kader-kader PKK, dalam mengawal proses perubahan tersebut.
Momen ini juga menjadi ajang refleksi pribadi bagi Bupati Wempi. Ia mengisahkan pengalamannya saat masih menjabat di Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LP3MD), satu fase penting dalam perjalanan kariernya yang membentuk cara pandangnya terhadap pembangunan akar rumput.
“Dulu, banyak rumah di desa beratap daun, dan untuk buang air besar masih di sungai. Tapi sekarang, rumah-rumah sudah lebih layak, punya toilet sendiri, dan masyarakat semakin sadar pentingnya hidup sehat,” kenang Bupati Wempi.
Bupati Wempi menegaskan bahwa perubahan semacam ini tidak bisa dicapai secara instan.
“Semua itu butuh proses dan waktu. Transformasi itu harus bertahap dan konsisten. Tapi saya percaya, dengan komitmen dan kerja bersama, desa bisa menjadi pusat kekuatan pembangunan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Wempi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK yang hadir dalam jumlah besar.
Ia menyebut kader PKK sebagai tulang punggung pelaksanaan berbagai program pembangunan di tingkat desa.
“Saya berterima kasih karena kader-kader PKK bekerja tanpa pamrih, selalu kompak, baik dalam karya maupun pelayanan,” ujarnya.
“Tidak mudah mengumpulkan kader-kader seperti hari ini. Tapi ibu-ibu semua bisa hadir dengan semangat luar biasa. Saya bangga dan terharu,” tambahnya, disambut tepuk tangan meriah dari peserta.
Bupati Wempi berharap agar momentum HKG dan Jambore PKK ini tidak berhenti pada selebrasi semata, tetapi mampu menjadi ruang berbagi pengalaman, meningkatkan kapasitas kader, dan mendorong inovasi pelayanan masyarakat di tingkat desa.
“Semoga para kader pulang dari kegiatan ini tidak hanya membawa kenangan, tapi juga membawa ilmu dan semangat baru yang bisa diterapkan di desa masing-masing,” pungkasnya. (md)








