Perjalanan Ibadah Natal Pemkab Malinau 2025 Resmi Ditutup Bupati Wempi

Ibadah Natal

Penulis : Medry | Editor : Evandry

MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Rangkaian Perjalanan Ibadah Natal Pemerintah Kabupaten Malinau Tahun 2025 resmi ditutup.

Bacaan Lainnya

Penutupan dipimpin langsung Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., dan dipusatkan di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Kamis (18/12/2025) malam.

Penutupan ini sekaligus menjadi puncak dari perjalanan ibadah Natal yang telah berlangsung sejak 5 Desember 2025.

Selama hampir dua pekan, Pemerintah Kabupaten Malinau menyusuri wilayah perbatasan, pedalaman, hingga kecamatan perkotaan untuk merayakan Natal bersama masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Wempi menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung aman dan penuh sukacita berkat dukungan masyarakat.

“Kita patut bersyukur karena seluruh rangkaian perjalanan ibadah Natal ini dapat berjalan dengan baik, aman, dan penuh sukacita. Semua ini tidak lepas dari doa serta dukungan masyarakat Malinau,” ujar Bupati Wempi.

Bupati Wempi menegaskan bahwa perayaan Natal bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi menjadi momentum memperkuat nilai kasih, toleransi, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Malinau.

“Natal adalah momen kasih, kerendahan hati, dan kesederhanaan. Ini juga menjadi simbol toleransi dan kebersamaan kita sebagai satu keluarga besar di Kabupaten Malinau,” katanya.

Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, Bupati Wempi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melanjutkan lima program inovasi daerah yang akan menjadi fokus pembangunan selama empat tahun ke depan.

Program tersebut meliputi Wajib Belajar Malinau Maju, Desa Sarjana Unggul, Pertanian Sehat (Pesat), Milenial Mandiri serta Smart Government guna mewujudkan Malinau yang mandiri, damai, dan sejahtera dengan pemerintahan yang melayani.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Wempi juga menyoroti persoalan kemiskinan yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Malinau. Berdasarkan data pemerintah daerah, tercatat sekitar 5.000 kepala keluarga masih berada dalam kategori miskin.

“Data menunjukkan masih ada sekitar 5.000 kepala keluarga yang tergolong miskin. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Ke depan, data akan kita benahi agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ungkap Bupati.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah berencana melakukan pemasangan stiker penanda rumah keluarga miskin sebagai dasar intervensi program.

“Kita ingin memastikan, dalam empat tahun ke depan, keluarga-keluarga ini bisa keluar dari garis kemiskinan. Data harus akurat, bantuan harus tepat, dan semua pihak harus terlibat,” ujarnya menegaskan.

Menutup sambutannya, Bupati Wempi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila sepanjang tahun 2025 masih terdapat kekurangan dalam pelayanan pemerintahan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menyongsong tahun 2026 dengan semangat kebersamaan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Malinau, saya menyampaikan permohonan maaf apabila selama tahun 2025 masih terdapat kekurangan dalam pelayanan. Mari kita sambut tahun 2026 dengan semangat, kekompakan, dan kebersamaan untuk membangun Malinau yang lebih baik,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *