Penulis : Steven YL | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Malinau mulai berangsur normal setelah kapal pengangkut BBM Semoga Jaya tiba di lokasi pembongkaran Malinau Seberang, Jumat (19/12/2025).
Kedatangan kapal ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang sebelumnya sempat kesulitan mendapatkan BBM, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Berdasarkan penelusuran pijarmalinau.com, kapal Semoga Jaya mengangkut sekitar 100 ton Pertalite dan 30 ton Solar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Malinau.
Proses pembongkaran sempat dilakukan pada satu tangki, namun harus dihentikan sementara karena lokasi pembongkaran belum sepenuhnya sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) titik koordinat yang ditetapkan Badan Usaha Niaga dan Pertamina.
Selain kendala teknis administrasi, kondisi air sungai yang surut juga menghambat kapal untuk masuk ke titik koordinat pembongkaran.
Pembongkaran BBM direncanakan dilanjutkan pada malam hari saat kondisi air pasang.
Meski pembongkaran belum sepenuhnya rampung, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Malinau telah kembali beroperasi. Antrean kendaraan terpantau di beberapa SPBU, menandakan distribusi BBM mulai berjalan dan aktivitas masyarakat perlahan kembali normal.
Sejumlah pengecer BBM eceran juga kembali membuka layanan, khususnya untuk menjangkau wilayah yang jauh dari SPBU.
Pemerintah daerah melalui aparat kecamatan terus melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan distribusi BBM berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan.
Kembalinya pasokan BBM ini tidak terlepas dari langkah cepat Pemerintah Kabupaten Malinau.
Sebelumnya, Pemkab Malinau mengajukan permohonan resmi kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan untuk mempercepat proses bongkar muat BBM di wilayah Malinau.
Permohonan tersebut tertuang dalam surat Bupati Malinau Nomor 500/257/HUKUM tertanggal 15 Desember 2025, sebagai respons atas gangguan distribusi BBM akibat kendala administratif dan perizinan di sejumlah SPBU.
Dalam surat itu, Pemkab Malinau mencantumkan daftar SPBU serta perusahaan penyalur resmi yang mengajukan izin bongkar muat BBM jenis Pertalite dan Solar dengan total volume mencapai ratusan ton untuk kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
Adapun perusahaan penyalur yang tercantum antara lain PT Beringin Jaya Utama Putra Malinau, PT Semoga Jaya, PT Mitra Utama Malinau, PT Energi Harapan Intimung, PT Jacqlien Sukses Energi, serta sejumlah pelaku usaha lainnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Malinau, Jakaria, S.E., M.H., bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Malinau, melakukan pengecekan langsung ke SPBU Beringin di Desa Malinau Kota, Jumat (19/12/2025).
Jakaria menegaskan bahwa kelangkaan BBM yang terjadi sebelumnya bukan disebabkan oleh berkurangnya pasokan, melainkan akibat kendala teknis, terutama terkait proses perizinan pengangkutan.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, pihak SPBU menyampaikan bahwa stok BBM masih dalam kondisi aman. Saat ini tersedia sekitar 90 kiloliter Pertalite dan 30 kiloliter Solar, yang diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga satu minggu ke depan,” ujar Jakaria.
Ia menambahkan, pasokan BBM berikutnya dijadwalkan kembali masuk pada 27 atau 28 Desember 2025 sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan.
“Pemerintah daerah menjamin ketersediaan BBM hingga 31 Desember 2025. Kami berharap pihak penyedia segera melengkapi seluruh perizinan agar distribusi ke depan berjalan lebih lancar dan tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat,” pungkasnya.








