Pelatihan Tak Cukup Sekali, Bupati Wempi Dorong Pembinaan MC Lokal

MC
Bupati Malinau Wempi saat memberikan arahan pada kegiatan Pelatihan MC & Public Speaking di Ruang Tebengang Kantor Bupati Malinau (22/10/2026)

Penulis: Medry | Editor: Evandry

MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., mendorong pembinaan berkelanjutan bagi generasi muda yang memiliki potensi menjadi Master of Ceremony (MC) profesional. Ia berharap semakin banyak putra-putri daerah mampu membawakan berbagai kegiatan di Kabupaten Malinau sekaligus menjadikan keterampilan tersebut sebagai peluang pekerjaan.

Bacaan Lainnya

Dorongan itu disampaikan Wempi dalam pelatihan MC dan public speaking yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Malinau di Ruang Tebengang, Kamis (22/10/2026).

Menurut Wempi, keterampilan menjadi pembawa acara memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai profesi apabila ditekuni secara serius dan konsisten.

Ia berharap ke depan berbagai kegiatan di Malinau, mulai dari acara sekolah, kegiatan masyarakat, resepsi pernikahan, kegiatan budaya hingga acara resmi pemerintahan, dapat semakin banyak melibatkan MC dari kalangan putra-putri daerah.

“Jangan berhenti setelah mendapatkan ilmu dari kegiatan ini. Jika berhasil, bagikan juga kepada orang lain. Saya berharap ke depan MC dalam berbagai kegiatan di Bumi Intimung dapat berasal dari putra-putri daerah Kabupaten Malinau sendiri,” ujarnya.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, Wempi menekankan pentingnya pembinaan yang tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Ia mendorong perangkat daerah terkait agar dapat menindaklanjuti kegiatan tersebut sehingga peserta yang memiliki potensi memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan melalui pembinaan lanjutan.

Menurut Wempi, menjadi MC profesional bukan sekadar mampu berbicara dengan lancar di hadapan banyak orang.

Seorang MC juga dituntut mampu membaca situasi, mengendalikan emosi, menjaga intonasi suara, serta memahami kondisi dan respons audiens agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

Kemampuan tersebut, lanjutnya, tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses belajar, latihan, pengalaman, dan keberanian untuk mencoba.

“Untuk melakukan sesuatu tidak boleh terpaksa. Harus dimulai dari keinginan dan hobi, karena berbicara itu juga membutuhkan ketertarikan dan kemauan untuk terus belajar,” katanya.

Wempi juga mengingatkan peserta agar tidak takut melakukan kesalahan ketika berlatih. Menurutnya, setiap orang memiliki kelebihan dan karakter masing-masing yang dapat dikembangkan.

Ia berharap pelatihan ini menjadi awal bagi peserta untuk terus mengasah keterampilan komunikasi sehingga semakin banyak talenta lokal yang mampu tampil dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Malinau. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *