Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., kembali menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern, terintegrasi, dan berbasis data.
Komitmen itu disampaikan saat Bupati Wempi memimpin Rapat Ekspos Ekosistem Digital SAGET, Sistem Informasi Peta Potensi Investasi yang digelar di Ruang Rapat Intulun, Rabu (10/6/2026).
Rapat tersebut menjadi momentum bagi Bupati Wempi untuk menegaskan arah penguatan ekosistem SAGET atau Smart Government, terutama terkait percepatan migrasi dan integrasi data pada seluruh sistem yang telah dikembangkan Pemerintah Kabupaten Malinau.
Dalam arahannya, Bupati Wempi menegaskan bahwa sistem-sistem yang sudah dibangun tidak boleh hanya berhenti pada keberadaan aplikasi. Menurutnya, hal paling penting saat ini adalah memastikan data dari masing-masing OPD benar-benar siap, valid, terverifikasi, dan dapat terintegrasi dengan baik.
“Sistemnya sudah dikembangkan. Sekarang yang harus dipastikan adalah datanya. Integrasi data dan migrasi data ini harus tuntas pada Oktober 2026,” tegas Bupati Wempi.
Ia menekankan, keberhasilan ekosistem SAGET sangat ditentukan oleh kesiapan data dari setiap perangkat daerah. Karena itu, seluruh OPD diminta tidak hanya memahami aplikasi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap data sektoral yang menjadi kewenangannya.
“Setiap OPD wajib menyiapkan data, menunjuk operator atau admin, dan aktif berkoordinasi. Kita tidak ingin sistem ini hanya ada, tetapi datanya tidak siap,” ujarnya.
Bupati Wempi juga meminta setiap OPD segera menetapkan operator atau admin yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan data pada sistem sesuai bidang kerja masing-masing. Penunjukan operator tersebut dinilai penting agar proses penginputan, verifikasi, pembaruan, hingga integrasi data ke dalam ekosistem SAGET dapat berjalan lebih terarah.
“Harus jelas siapa operatornya, siapa PIC-nya, dan siapa yang bertanggung jawab terhadap data di masing-masing OPD. SAGET ini bukan hanya soal aplikasi, tetapi bagaimana data pemerintah daerah bisa dikelola bersama secara valid dan terintegrasi,” tegasnya.
Menurut Bupati Wempi, penguatan data menjadi kunci agar transformasi digital di Kabupaten Malinau benar-benar memberi manfaat bagi pemerintah dan masyarakat. Dengan data yang valid dan terintegrasi, pemerintah daerah dapat lebih mudah menyusun perencanaan, mengambil kebijakan, meningkatkan pelayanan publik, serta mempromosikan potensi daerah kepada investor.
Khusus melalui Sistem Informasi Peta Potensi Investasi, Bupati Wempi berharap berbagai potensi Kabupaten Malinau dapat disajikan secara lebih terbuka, lengkap, dan mudah diakses. Sistem ini diharapkan menjadi salah satu pintu masuk dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah atau PAD serta membuka peluang investasi baru di Malinau.
“Aplikasi ini harus memberi manfaat. Bukan hanya menampilkan data, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk peningkatan PAD. Malinau harus terus menggali potensi daerah agar tidak terlalu bergantung pada bantuan pemerintah pusat,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Wempi akan menggelar rapat lanjutan dalam waktu dekat bersama seluruh kepala dinas serta operator atau admin OPD se-Kabupaten Malinau.
Rapat tersebut akan difokuskan pada arahan khusus terkait SAGET, terutama percepatan migrasi dan integrasi data pada setiap perangkat daerah.
“Dalam waktu dekat akan kita kumpulkan kepala dinas bersama operator atau admin OPD. Semua harus memahami SAGET ini, bukan hanya aplikasinya, tetapi juga data yang harus disiapkan dan dikelola,” pungkasnya. (md)








