CSR Pijar Tech–KHN, Sasar Literasi Digital Pelajar Malinau

CSR
Direktur Utama PT Pijar Teknologi Mediatama, Christopher Frederickson, menyampaikan sambutan dalam kegiatan Pijar Tech Goes to School di Aula SMA Negeri 1 Malinau, Selasa (15/9/2026).

Penulis : Medry | Editor : Evandry

MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Program CSR PT Pijar Teknologi Mediatama bersama PT Kayan Hydropower Nusantara menyasar peningkatan keterampilan digital pelajar di Malinau. Dalam kegiatan Pijar Tech Goes to School yang diikuti sekitar 150 pelajar SMA dan SMK sederajat di Aula SMA Negeri 1 Malinau, Selasa (15/9/2026), sebanyak 99,2 persen peserta yang disurvei mengaku belum pernah mengikuti pelatihan di bidang teknologi informasi (IT).

Bacaan Lainnya

Direktur Utama PT Pijar Teknologi Mediatama Christopher Frederickson mengatakan, survei terhadap peserta juga menunjukkan minat yang beragam pada sejumlah bidang teknologi.

Artificial Intelligence (AI) diminati 12 persen peserta, programming 10,5 persen, Internet of Things (IoT) 9 persen, dan cyber security 2,3 persen. Sementara 66,2 persen peserta mengaku belum menentukan bidang tertentu dan ingin mengenal seluruh bidang teknologi tersebut. “Itulah alasan hari ini kami menghadirkan sekitar 150 pelajar SMA-SMK sederajat untuk belajar bersama mengenai pengembangan teknologi dan inovasi digital,” kata Christopher.

Menurut dia, program CSR tersebut tidak hanya diarahkan pada kegiatan yang bersifat fisik, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia melalui teknologi dan edukasi. “Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkarya di Kabupaten Malinau, kami menyadari juga bahwa kontribusi kepada daerah tidak selalu harus berbentuk pembangunan fisik,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat materi mengenai pemanfaatan AI serta pengenalan IoT dan robotika dari praktisi yang juga berkiprah di dunia akademik.

Sejumlah robot turut diperkenalkan sebagai media pembelajaran. Di antaranya Prototype Rescue Bot Malinau yang dirancang untuk mendukung penyisiran lokasi bencana dan identifikasi korban, robot pengejar bola dan objek warna, robot lengan untuk membantu pekerjaan di bidang industri, serta robot edukasi untuk pengenalan dasar robotika.

Selain pelatihan, PT Pijar Teknologi Mediatama juga memperkenalkan Pijar Academy, platform digital terintegrasi untuk pembelajaran, pelatihan dan pengembangan kompetensi.

Platform tersebut dirancang menyediakan kelas online, pelatihan, webinar, workshop, materi dan video pembelajaran, Learning Management System (LMS), kuis, evaluasi hingga sertifikat. Program di dalamnya dapat berupa kelas gratis maupun berbayar.

Pijar Academy juga diarahkan menjadi ruang kolaborasi bagi pelajar, guru, dosen, praktisi dan profesional. Guru dan tenaga pendidik dapat menjadi mitra dengan menyusun materi serta membuka kelas sesuai kompetensi yang dimiliki.

Christopher mengatakan, kelas yang dikembangkan tidak hanya dapat memperluas jangkauan pengetahuan, tetapi juga berpotensi membuka peluang tambahan penghasilan bagi pengajar apabila dikembangkan dalam bentuk kelas berbayar. “Ilmu dan kompetensi yang selama ini dimiliki oleh seorang guru tidak hanya dapat dibagikan kepada siswa di ruang kelas, tetapi juga dapat menjangkau peserta yang lebih luas,” katanya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *