Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Software Engineer Pijar Tech sekaligus dosen Universitas Pertiba, M. Nanda Utama, S.T., M.Kom., mengajak pelajar memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai pendamping belajar, bukan jalan pintas mengerjakan tugas. Pesan itu disampaikan dalam Pijar Tech Goes to School di Aula SMA Negeri 1 Malinau, Selasa (15/9/2026).
Di hadapan peserta, Nanda menyoroti kebiasaan menggunakan AI untuk mendapatkan jawaban secara instan. Menurutnya, penggunaan seperti itu justru dapat membuat pelajar kehilangan proses memahami materi yang sedang dipelajari. “AI adalah tutor, bukan joki,” kata Nanda.
Ia mencontohkan, ketika mendapat pekerjaan rumah, pelajar sebaiknya tidak langsung meminta AI mengerjakan seluruh soal. AI dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan konsep, memberikan contoh, menunjukkan letak kesalahan hingga membuat latihan tambahan. “Kalau semua beban berpikir, merangkum, menganalisis diangkat oleh AI, otakmu tidak akan tumbuh,” ujarnya.
Nanda menjelaskan AI sebenarnya telah lama hadir dalam kehidupan sehari-hari, antara lain melalui rekomendasi video, pengenalan wajah, Google Maps hingga fitur autocorrect. Perkembangan teknologi membuat penggunaannya kini semakin luas, termasuk dalam kegiatan belajar.
Namun, ia menekankan bahwa jawaban yang diberikan AI tidak selalu benar. Pelajar tetap harus memeriksa kembali informasi, sumber maupun referensi yang dihasilkan sebelum menggunakannya.
Ia menyebut AI dapat menghasilkan informasi yang tampak meyakinkan tetapi keliru atau dikenal sebagai halusinasi. Karena itu, kemampuan melakukan verifikasi menjadi bagian penting ketika menggunakan teknologi tersebut.
Nanda juga memperkenalkan teknik prompting atau menyusun perintah kepada AI secara lebih terarah. Pengguna, kata dia, perlu memberikan konteks, tujuan, bentuk jawaban hingga batasan yang jelas agar hasil yang diperoleh lebih sesuai kebutuhan. “Kualitas jawaban AI berbanding lurus dengan kualitas pertanyaanmu,” katanya.
Selain membantu memahami konsep, AI menurut Nanda dapat digunakan untuk membuat soal latihan, mengevaluasi jawaban, membantu menyusun jadwal belajar hingga mengoreksi kesalahan. Meski demikian, keputusan dan proses berpikir tetap harus dilakukan pengguna.
Ia turut mengingatkan peserta agar berhati-hati memberikan informasi pribadi ketika menggunakan layanan AI, termasuk nomor telepon, NIK, alamat, foto pribadi maupun dokumen keluarga.
Di tengah perkembangan teknologi yang cepat, Nanda menilai kemampuan menggunakan AI akan menjadi keterampilan penting. Namun, teknologi tetap perlu ditempatkan sebagai alat bantu manusia. “AI kemungkinan besar tidak akan menggantikanmu. Tapi orang yang mahir memakai AI mungkin menggantikan orang yang tidak mahir AI,” ujarnya.
Materi Nanda menjadi bagian dari Pijar Tech Goes to School, program CSR kolaborasi PT Pijar Teknologi Mediatama dan PT Kayan Hydropower Nusantara tahun 2026. Program tersebut menjadi salah satu upaya Pijar Tech memperkenalkan pemanfaatan teknologi secara langsung kepada pelajar di Malinau. (*)









