KHN Perkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan Lewat Pelatihan Lanjutan Kerajinan Kulit Kayu Talun

Pelatihan
Para peserta pelatihan kerajinan kulit kayu Desa Paking dan Desa Harapan Maju.

Penulis : Medry | Editor : Evandry

MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Upaya pemberdayaan masyarakat terus dilakukan KHN melalui pelatihan keterampilan produktif bagi warga relokasi di Kecamatan Mentarang.

Bacaan Lainnya

Kali ini, KHN menggelar Program Pelatihan Kerajinan Kulit Kayu Talun Lanjutan bagi perempuan di Desa Paking dan Harapan Maju, Kamis (7/5/2026).

Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan keterampilan warga, khususnya kaum perempuan, agar mampu mengembangkan produk kerajinan bernilai ekonomi dan berpotensi menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi keluarga maupun kelompok masyarakat.

Sebanyak 14 peserta mengikuti pelatihan yang menjadi kelanjutan dari program sebelumnya. Jika sebelumnya peserta dilatih membuat topi tradisional berbahan kulit kayu Talun untuk kebutuhan adat, pada tahap lanjutan ini mereka mulai diarahkan membuat produk suvenir seperti bros dan gantungan kunci yang dinilai lebih praktis, mudah diproduksi, dan memiliki peluang pasar lebih luas.

Salah satu peserta asal Desa Paking, Dolvina (48), mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus membuka peluang usaha bagi ibu-ibu di desa.

“Sebelumnya ibu-ibu belum pernah mendapat pelatihan membuat kerajinan seperti ini. Jadi pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami bisa belajar membuat produk sendiri, dan ke depan bisa menjadi tambahan penghasilan keluarga,” ujarnya.

KHN menilai pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh penguatan kapasitas ekonomi warga.

Karena itu, sejak 2022 perusahaan telah menjalankan berbagai pelatihan berjenjang dengan melibatkan lembaga ahli, PKK Kecamatan Mentarang, serta dukungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Selain melestarikan budaya lokal, produk berbahan kulit kayu Talun juga mulai dilihat sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif masyarakat Malinau.

Pada pelatihan sebelumnya, produk topi Talun bahkan telah dipasarkan dalam kegiatan Jambore PKK dan menghasilkan penjualan hingga sekitar Rp1 juta.

Ketua PKK Kecamatan Mentarang, Frely, mengatakan Desa Paking dan Harapan Maju memiliki potensi besar untuk dikunjungi wisatawan maupun tamu dari luar daerah.

Menurutnya, kerajinan khas daerah dapat menjadi identitas sekaligus peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Jika ada tamu, mereka bisa melihat kerajinan berkualitas dan unik, mungkin bisa bercerita tentang desa atau suku,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa program tersebut sejalan dengan program UP2K PKK yang bertujuan meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan usaha produktif masyarakat.

Sementara itu, peserta lainnya asal Desa Harapan Maju, Serita (50), berharap pelatihan semacam ini terus mendapat pendampingan agar benar-benar berdampak terhadap ekonomi warga.

“Pelatihan ini sangat berguna, karena ibu-ibu bisa membuat kerajinan yang nantinya bisa dijual. Keterampilan, akses pasar, dan dukungan yang berkelanjutan semuanya penting supaya usaha ini bisa berhasil,” ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *