Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menegaskan pentingnya penguatan ekonomi lokal dan kepedulian sosial dalam pelaksanaan pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin rapat Intimung Taklimat Presiden RI dalam rangka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Ruang Tebengang, Rabu (11/2/2026).
Dalam rapat yang diikuti jajaran perangkat daerah tersebut, Bupati Wempi mengingatkan bahwa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati telah memasuki satu tahun masa kerja.
Ia menyebut, berbagai program sepanjang 2025 telah memberikan manfaat, namun masih terdapat sejumlah kendala yang harus dibenahi.
“Kita sudah satu tahun berjalan. Ada capaian yang patut kita syukuri, tetapi ada juga kelemahan yang harus kita evaluasi dan perbaiki di tahun 2026,” ujarnya.
Ia mengakui masih terdapat kegiatan pembangunan yang belum terlaksana maksimal akibat kelemahan internal.
Kondisi tersebut, kata dia, turut berdampak pada penurunan APBD sehingga beberapa program strategis tidak dapat dijalankan.
“Jika kegiatan yang menyangkut kepentingan masyarakat tidak terlaksana, itu bukan penghematan, melainkan kegagalan. Penghematan yang benar adalah efisiensi tanpa merugikan masyarakat,” tegas Wempi.
Menurutnya, seluruh program pembangunan harus berjalan sesuai dokumen perencanaan yang telah disusun, mulai dari RPJMD, RPJP, RKPD hingga Renstra perangkat daerah.
Ia menekankan bahwa arah pembangunan Malinau tetap berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mendorong pemanfaatan potensi daerah untuk memperkuat ekonomi lokal.
Ia mencontohkan penggunaan batik lokal dalam kegiatan resmi pemerintahan, serta penguatan sektor pertanian, perikanan dan peternakan.
“Kita punya potensi besar. Jangan sampai kebutuhan kita justru dipenuhi dari luar, sementara masyarakat kita punya kemampuan untuk memproduksi sendiri,” katanya.
Ia juga menyinggung dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar bahan pangan yang digunakan dapat dipenuhi dari hasil produksi lokal Malinau.
“Peluangnya sudah ada di depan mata. Tinggal bagaimana kita menggerakkan dan mendampingi masyarakat agar potensi itu benar-benar menjadi kekuatan ekonomi daerah,” tambahnya.
Selain penguatan ekonomi, Bupati Wempi mengingatkan pentingnya kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia meminta seluruh aparatur pemerintah lebih peka terhadap persoalan pendidikan, kesehatan, maupun kondisi sosial anak-anak di daerah.
“Kita ini pelayan masyarakat. Bukan hanya bekerja di balik meja, tetapi harus punya empati dan tanggung jawab untuk memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” ujarnya.
Tak hanya itu, Bupati juga mendorong optimalisasi aset daerah serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, potensi dari unit usaha daerah, pelabuhan, hingga penyewaan alat milik pemerintah harus dikelola secara profesional dan transparan.
“Kita harus kreatif menggali potensi PAD, tetapi tetap dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi,” tegasnya.
Mengakhiri arahannya, Bupati Wempi mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Malinau untuk bekerja dengan semangat kebersamaan dalam empat tahun masa kepemimpinan yang tersisa.
“Empat tahun ke depan harus kita maksimalkan. Dengan kerja sama dan komitmen bersama, saya yakin kita bisa mewujudkan Malinau yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya. (md)








