Tak Ingin Malinau Terisolasi, Wabup Jakaria Dorong Penambahan Rute Penerbangan

Penerbangan

Penulis: Medry | Editor: Evandry

MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Pemerintah Kabupaten Malinau terus mendorong penguatan konektivitas udara sebagai bagian dari upaya membuka akses masyarakat, terutama di wilayah pedalaman dan perbatasan.

Bacaan Lainnya

Komitmen tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Transformasi Konektivitas Udara Malinau dan Optimalisasi Kerja Sama Pemanfaatan Area Komersial di Kabupaten Malinau Tahun 2026 yang digelar di Ruang Pertemuan Hotel D’ Calia, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh otoritas Bandara Kolonel RA Bessing Malinau ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Malinau, Jakaria, S.E., M.Si.

Forum tersebut menjadi ruang bersama bagi pemerintah daerah, pihak bandara, maskapai, pengguna jasa, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah peningkatan layanan transportasi udara.

Wabup Jakaria menegaskan, konektivitas udara memiliki peran penting bagi Malinau yang memiliki wilayah luas dan kondisi geografis cukup menantang.

Menurutnya, transportasi udara tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, aktivitas ekonomi, dan konektivitas antardaerah.

“Hari ini pihak otoritas bandara menyelenggarakan FGD untuk mendapatkan rekomendasi dari para pemangku kepentingan dan pengguna bandara. Rute-rute yang ada saat ini dinilai masih perlu ditingkatkan, sehingga diperlukan inovasi untuk menambah rute penerbangan,” ujar Jakaria.

Ia juga berharap maskapai yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah, khususnya Susi Air, dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama pada penerbangan bersubsidi ke wilayah pedalaman dan perbatasan.

Sementara itu, Kepala Kantor UPBU Kolonel RA Bessing Malinau, Handoko Budi Waluyo, menjelaskan pihaknya telah melakukan survei sederhana kepada penumpang untuk memetakan kebutuhan layanan penerbangan.

Dari hasil penjaringan tersebut, selain rute Malinau–Tarakan dan Malinau–Balikpapan, Bandara Malinau juga mulai melirik peluang pembukaan rute baru menuju Samarinda.

“Alternatif selain Tarakan dan Balikpapan, jika memungkinkan juga bisa dikembangkan ke Samarinda karena ada hubungan masyarakat Malinau dengan Samarinda untuk pendidikan, kesehatan, maupun urusan bisnis,” jelasnya.

Adapun penerbangan perintis ke wilayah pedalaman tetap berjalan, seperti Long Apung, Mahak Baru, Data Dian, Binuang, Long Pala, Long Sule, hingga Long Alango, melalui subsidi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Melalui FGD ini, Pemkab Malinau berharap lahir rekomendasi konkret untuk memperkuat konektivitas udara, membuka akses masyarakat, dan mendorong kemajuan daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *