MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Pemerintah Kabupaten Malinau mulai mematangkan langkah menuju Grand Final Pemilihan Putri Otonomi Indonesia Tahun 2026. Keikutsertaan perdana dalam ajang bergengsi yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) itu dinilai bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga peluang strategis untuk memperkenalkan potensi daerah di tingkat nasional.
Kesiapan tersebut dibahas dalam kegiatan ekspose yang digelar di Ruang Rapat Bupati Malinau, Kamis (11/6/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., bersama jajaran perangkat daerah dan tim pendukung.
Dalam arahannya, Bupati Wempi mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian Kabupaten Malinau yang berhasil menembus jajaran 10 besar pada keikutsertaan perdananya di ajang tersebut. Prestasi itu dinilai menjadi bukti bahwa sumber daya manusia Kabupaten Malinau mampu bersaing di tingkat nasional.
“Puji Tuhan, untuk pertama kalinya kita ikut dan bisa langsung masuk 10 besar. Dari sekitar 500 peserta yang mengikuti proses seleksi, hanya 20 finalis yang terpilih dari berbagai kabupaten di Indonesia, dan Kabupaten Malinau menjadi satu-satunya wakil dari Kalimantan Utara,” ujar Wempi.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Malinau sekaligus membuka peluang lebih besar untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, serta potensi investasi daerah kepada para kepala daerah dari seluruh Indonesia yang akan hadir dalam rangkaian kegiatan APKASI.
Bupati menegaskan, Grand Final Putri Otonomi Indonesia memiliki nilai strategis yang jauh melampaui sebuah kontes. Melalui kegiatan tersebut, setiap daerah diberi ruang untuk menampilkan identitas, keunggulan, serta berbagai peluang pembangunan yang dimiliki.
Selain pelaksanaan grand final, agenda APKASI juga akan dirangkaikan dengan pameran pembangunan yang menjadi etalase bagi produk unggulan daerah, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga peluang investasi. Kesempatan tersebut, kata Wempi, harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai media promosi Kabupaten Malinau di tingkat nasional.
Lebih jauh, Bupati mengungkapkan bahwa Kabupaten Malinau juga memiliki peluang menjadi tuan rumah salah satu agenda nasional APKASI pada masa mendatang. Gagasan tersebut telah dibahas bersama Ketua APKASI sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring antardaerah sekaligus meningkatkan eksposur Malinau di tingkat nasional.
“Kami sudah berdiskusi dengan Ketua APKASI. Tidak menutup kemungkinan ke depan Kabupaten Malinau menjadi tuan rumah kegiatan tingkat nasional ini, bahkan dapat dirangkaikan dengan Hari Jadi Kabupaten Malinau. Jika itu terwujud, seluruh kepala daerah di Indonesia akan datang ke Malinau untuk melihat langsung potensi yang kita miliki,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wempi juga menegaskan bahwa finalis Putri Otonomi Indonesia yang mewakili Kabupaten Malinau merupakan putri daerah berprestasi yang sebelumnya terpilih sebagai Putri Intimung Kabupaten Malinau melalui proses seleksi yang objektif dan berjenjang.
Ia menepis anggapan bahwa keterpilihan finalis dipengaruhi faktor kedekatan ataupun latar belakang keluarga. Menurutnya, seluruh proses dilakukan berdasarkan kemampuan, kompetensi, serta prestasi yang dimiliki peserta.
“Ini murni karena prestasi. Mudah-mudahan bisa memberikan hasil terbaik dan membawa nama baik Kabupaten Malinau di tingkat nasional,” tegasnya.
Mengakhiri arahannya, Bupati Wempi mengajak seluruh perangkat daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk memberikan dukungan penuh kepada finalis yang akan membawa nama Kabupaten Malinau di Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2026.
Ia berharap keikutsertaan tersebut tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi semakin dikenalnya Kabupaten Malinau sebagai daerah yang memiliki potensi besar di bidang pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, dan investasi, sekaligus memperkuat posisi Malinau dalam jejaring pembangunan antarkabupaten di Indonesia.








