MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Pemerintah Kabupaten Malinau memastikan bantuan sarana dan prasarana budidaya perikanan benar-benar menghasilkan dan mendorong petani kolam semakin mandiri. Pemantauan diminta dilakukan sejak bantuan disalurkan hingga petani memasuki masa panen.
Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Malinau, Jakaria, S.E., M.Si., usai menyerahkan bantuan sarana dan prasarana budidaya perikanan sekaligus mengikuti panen ikan perdana Triwulan III di kawasan Minapolitan 7, Desa Malinau Seberang, Jumat (4/9/2026).
Bantuan yang diberikan kepada petani kolam antara lain berupa bibit ikan, kolam terpal, dan pakan. Pada kegiatan tersebut juga dilakukan panen simbolis musim tebar ketiga.
Jakaria mengatakan, penyaluran bantuan harus diikuti dengan pengawasan dan pendampingan agar dapat diketahui sejauh mana bantuan tersebut memberikan hasil bagi petani.
“Saya sudah menginstruksikan agar bibit dan pakan yang diberikan hari ini terus dipantau. Nanti saya juga akan turun langsung ke lapangan untuk melihat apakah bantuan ini benar-benar menghasilkan dan petani bisa melakukan panen,” ujarnya.
Menurut Jakaria, pemerintah daerah tidak ingin program bantuan membuat petani terus bergantung pada bantuan setiap tahun. Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal untuk membangun usaha budidaya ikan yang mandiri dan berkelanjutan.
Jika menghadapi kendala dalam pengembangan usaha, petani didorong menjalin kerja sama dengan koperasi maupun perbankan untuk memperoleh akses permodalan melalui kredit dengan bunga ringan.
Jakaria menilai hasil panen perdana menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Produksi dinilai menjanjikan, sementara harga ikan di pasaran masih stabil sehingga memberikan peluang bagi petani untuk memperoleh keuntungan sekaligus menambah pendapatan keluarga.
“Artinya, peluang usaha budidaya ikan ini cukup baik apabila benar-benar ditekuni dan dikelola dengan serius. Harapannya, ini tidak hanya menambah pendapatan, tetapi juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” tambahnya.
Ke depan, Pemkab Malinau diharapkan menggeser fokus program dari sekadar pemberian bantuan menuju pembinaan dan pengembangan usaha budidaya. Salah satunya dengan mengoptimalkan kembali kolam-kolam masyarakat yang belum produktif.
Pendampingan dan pemantauan secara berkelanjutan dinilai penting agar bantuan yang diberikan dapat menghasilkan usaha budidaya yang lebih mandiri dan berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.(el)









