Penulis : Steven YL | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Momentum Festival Budaya Irau ke-11 dan HUT Kabupaten Malinau ke-26 tahun 2025 mulai dirasakan manfaatnya di berbagai pelosok Malinau, termasuk Desa Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara.
Kepala Desa Malinau Seberang, Burhan, menegaskan bahwa ajang dua tahunan ini selalu ditunggu masyarakat, terutama para pelaku UMKM yang memanfaatkan peluang usaha dari pesta rakyat tersebut.
“Antusias warga kami sangat tinggi. Mereka melihat Irau sebagai kesempatan untuk membuka usaha, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga layanan lain yang bisa menambah penghasilan,” ujar Burhan kepada PijarMalinau.com.
Burhan menekankan, bagi masyarakat lokal, Irau berdampak nyata bagi perekonomian desa.
“Kalau ada yang bilang Irau tidak berdampak, mungkin mereka bukan bagian dari warga Malinau yang merasakan langsung manfaatnya,” tambahnya.
Selain sisi ekonomi, Irau juga menjadi ajang pelestarian budaya, salah satunya melalui lomba dayung.
Burhan menyebut, warga sangat bersemangat mempersiapkan perahu dan berlatih untuk tampil maksimal.
“Ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga tentang menjaga kelestarian budaya,” jelasnya.
Lebih jauh, Burhan menegaskan bahwa Irau merupakan wujud nyata upaya masyarakat Malinau melestarikan budaya leluhur.
Tanpa kegiatan ini, tradisi yang menjadi jati diri masyarakat dikhawatirkan akan terkikis.
Ia pun menyampaikan apresiasi khusus kepada Bupati Malinau Wempi, yang menurutnya konsisten mendukung penyelenggaraan Irau sebagai Festival budaya.
“Beliau adalah pemimpin yang peduli pada budaya dan mau menjaganya,” ucap Burhan.
Dengan semangat yang sama, Burhan mengajak warga untuk memanfaatkan momentum Irau dengan baik.
UMKM, seniman, dan pelaku seni budaya diharapkan menampilkan karya terbaik bagi para wisatawan yang datang.
“Semoga Irau berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga ke depan dapat kembali digelar secara meriah lagi,” tutupnya. (syl)








