Bupati Wempi Ajak Pelaku Usaha Restoran dan Kafe Bersinergi Sambut Agenda Besar 2026

Bupati Wempi

Penulis : Medry | Editor : Evandry

MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Menyongsong sejumlah agenda besar pada 2026, Bupati Malinau Wempi W Mawa, SE., MH mengajak para pelaku usaha restoran dan kafe di Kabupaten Malinau untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

Bacaan Lainnya

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Wempi saat menggelar audiensi bersama pemilik restoran dan kafe, tokoh pemuda, organisasi kewanitaan, serta perwakilan pemuda gereja dan masjid se-Kabupaten Malinau di Ruang Tebengang, Kamis (26/2/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung santai namun penuh keakraban itu, Wempi menegaskan bahwa sektor usaha kuliner memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, keberadaan restoran dan kafe bukan sekadar tempat usaha, tetapi juga bagian dari wajah dan identitas kota.

“Bapak Ibu sudah ikut membangun Malinau. Restoran, kafe, dan usaha yang dijalankan memberi kenyamanan bagi masyarakat dan tamu yang datang. Ini bagian dari pembangunan nyata,” kata Wempi di hadapan peserta audiensi.

Ia mengungkapkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malinau tahun 2025 mencapai sekitar Rp149 miliar. Angka tersebut bersumber dari berbagai sektor, termasuk pajak dan kontribusi usaha perhotelan serta restoran.

“Kontribusi dunia usaha sangat terasa. Karena itu, pemerintah ingin memastikan kolaborasi ini terus diperkuat,” ujarnya.

Lebih jauh, Wempi menyampaikan bahwa pada 2026 Malinau akan menjadi tuan rumah sejumlah agenda besar tingkat Kalimantan Utara.

Kondisi tersebut, menurutnya, harus disambut dengan kesiapan seluruh pelaku usaha, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kebersihan lingkungan usaha.

Selain agenda tingkat provinsi, perhelatan dua tahunan Irau yang telah masuk kalender nasional melalui Kementerian Pariwisata juga akan kembali digelar.

Momentum ini diyakini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi lokal.

“Kalau ada kegiatan besar, tamu pasti datang. Mereka butuh makan, minum, tempat berkumpul. Di situlah peluang usaha terbuka. Maka kita harus siap dari sekarang,” tegasnya.

Dalam arahannya, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan sebagai fondasi utama iklim usaha yang sehat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, untuk turut menjaga lingkungan.

“Kalau tempat bersih, orang nyaman. Kalau nyaman, mereka datang lagi. Perputaran ekonomi terjadi. Tapi kalau kotor dan tidak tertata, orang akan berpikir dua kali untuk kembali,” ucapnya.

Tak hanya itu, Wempi mengingatkan pelaku usaha agar memperhatikan standar ketenagakerjaan, termasuk perlindungan tenaga kerja melalui BPJS serta memberi prioritas kepada tenaga kerja lokal.

“Kami ingin masyarakat Malinau jangan hanya jadi penonton di daerah sendiri. Harus ambil bagian, harus jadi pelaku. Pemerintah siap memfasilitasi pelatihan, baik barista, koki, maupun keterampilan lain sesuai kebutuhan usaha,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malinau, Jon Ifung, S.Sos., M.M., melaporkan bahwa undangan telah disampaikan kepada 131 peserta yang terdiri dari pemilik restoran dan kafe, organisasi masyarakat, pemuda gereja dan masjid, serta OPD terkait.

Ia menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta sekaligus memohon maaf apabila pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi awal komunikasi yang lebih rutin dan intens antara pemerintah daerah dan pelaku usaha,” ujarnya.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kemitraan strategis antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, aman, serta berdaya saing di Kabupaten Malinau, terutama menjelang agenda-agenda besar yang akan digelar pada 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *