Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H. secara resmi mengukuhkan kepengurusan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Malinau periode 2025–2030 dalam sebuah acara yang berlangsung di Ruang Tebengang, Rabu (20/8/2025).
Prosesi pengukuhan tersebut dirangkai dengan pembukaan pelatihan kerajinan Bunga Keting, yang merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi perempuan.
Dalam sambutannya, Bupati Wempi menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dikukuhkan. Ia menekankan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar simbolis, melainkan amanah besar yang harus diwujudkan dalam kerja nyata.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah awal dari sebuah tanggung jawab dan komitmen besar dalam mendorong kemajuan kaum perempuan di Malinau,” tegas Wempi di hadapan peserta yang hadir.
Bupati Wempi menyebutkan bahwa GOW memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan, khususnya dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan peran perempuan dan keluarga.
“Kolaborasi antara organisasi wanita dan pemerintah sangat penting untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wempi menyampaikan bahwa GOW merupakan mitra penting pemerintah daerah dalam membangun karakter bangsa. Peran perempuan, menurutnya, sangat menentukan arah kemajuan sebuah daerah.
“Pemberdayaan perempuan bukan hanya soal kesetaraan, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem pembangunan yang menyentuh hingga ke akar rumput,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Wempi turut memberikan apresiasi atas inisiatif pelatihan kerajinan Bunga Keting. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan semangat pelestarian budaya sekaligus memiliki potensi besar sebagai produk ekonomi kreatif daerah.
“Bunga Keting bukan sekadar kerajinan tangan. Ia adalah warisan budaya yang memiliki nilai seni dan daya saing ekonomi. Jika dikembangkan dengan baik, kerajinan ini bisa menjadi ikon khas daerah yang membanggakan,” jelas Wempi.
Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi titik awal tumbuhnya wirausaha kreatif perempuan yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Tak lupa, Wempi juga mengajak seluruh pengurus GOW untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan perempuan dan anak.
“Jadikan jabatan ini sebagai ladang ibadah, tempat menanam kebaikan, dan sarana pengabdian bagi daerah tercinta,” kata Wempi. (md)








