Penulis : Steven YL | Editor : Evandry
TANGERANG, PIJARMALINAU.COM – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., tampil sebagai salah satu pembicara dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Revitalisasi dan Digitalisasi Pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Pendidikan Berdaya Saing Melalui Kolaborasi Pusat dan Daerah” dan dihadiri oleh para kepala daerah, pejabat pendidikan provinsi, serta perwakilan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah agar revitalisasi dan digitalisasi pendidikan dapat berjalan efektif.
Menurutnya, keberhasilan transformasi pendidikan nasional sangat bergantung pada kemampuan daerah dalam menerjemahkan kebijakan pusat menjadi program nyata yang sesuai dengan kondisi lokal.
Sebagai salah satu pembicara, Bupati Wempi yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam struktur Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) periode 2025–2030, memaparkan berbagai inovasi yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Malinau di sektor pendidikan dan tata kelola pemerintahan berbasis digital.
“Apa yang disampaikan Pak Menteri menjadi penguatan bagi kami di daerah. Di Malinau, kami berupaya menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berbasis teknologi melalui kolaborasi lintas sektor. Digitalisasi bukan sekadar alat, tapi jembatan untuk memajukan kualitas manusia,” ujar Bupati Wempi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Wempi menjelaskan sejumlah program unggulan yang telah berjalan di Malinau, antara lain Program Wajib Belajar Malinau Maju, Program Desa Sarjana, dan Smart Government.
Program Wajib Belajar Malinau Maju memastikan setiap anak di Malinau mendapatkan akses pendidikan hingga 12 tahun tanpa hambatan biaya, termasuk perlengkapan seragam dan peralatan sekolah Sementara Program Desa Sarjana menjadi langkah konkret dalam menyiapkan generasi muda berpendidikan tinggi asal desa, dengan dukungan beasiswa dan pembinaan langsung dari pemerintah daerah.
Di sisi lain, Smart Government memperkuat sistem tata kelola pemerintahan berbasis digital yang juga berdampak positif terhadap sektor pendidikan melalui data terintegrasi dan pelayanan publik yang lebih efisien.
“Kami ingin membuktikan bahwa daerah perbatasan pun bisa menjadi pelopor transformasi pendidikan jika diberikan ruang berinovasi. Kuncinya adalah kolaborasi nyata antara pusat dan daerah,” tegas Wempi.
Menteri Abdul Mu’ti mengapresiasi langkah inovatif Kabupaten Malinau yang dinilai berhasil mengintegrasikan kebijakan pendidikan dengan pendekatan digital dan partisipasi masyarakat.
Ia menyebut Malinau sebagai salah satu daerah yang mampu menunjukkan praktik baik dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan adaptif.
Melalui keikutsertaannya dalam Rakornas tersebut, Bupati Wempi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Malinau untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mewujudkan pendidikan yang maju, berdaya saing, dan berorientasi pada penguatan sumber daya manusia di era digital.








