Penulis : Steven YL | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Malinau dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan kembali ditegaskan melalui peluncuran Satuan Tugas Pertanian Sehat (Satgas PESAT) oleh Bupati Malinau, Wempi W Mawa, S.E., M.H., pada Kamis pagi (26/6).
Kegiatan ini berlangsung di kawasan persawahan milik Pemkab Malinau di Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara.
Peluncuran program strategis ini dihadiri jajaran Kementerian Pertanian RI, para camat, kepala desa, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Kehadiran mereka menjadi penanda bahwa Satgas PESAT bukan program biasa, melainkan bagian dari agenda besar yang disiapkan untuk menjawab tantangan nyata di sektor pangan.
Kepala Bidang Sarpras Dinas Pertanian dan Peternakan Malinau, Mikhadinata, dalam laporannya menyebut, pembentukan Satgas PESAT merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Bupati Wempi.
Tujuannya jelas: mengoptimalkan potensi pertanian, termasuk memberdayakan lahan-lahan tidur, untuk menopang ketahanan pangan lokal maupun nasional.
“Awalnya, kami menargetkan 200 anggota. Namun, atas kebijakan Pak Bupati, jumlahnya dinaikkan menjadi 420 orang,” ujarnya.
Meski terjadi pengunduran diri 43 anggota, total Satgas yang siap diterjunkan berjumlah 377 orang, dengan rentang usia mulai 17 hingga 59 tahun.
Mereka dikontrak secara tahunan dan akan menyasar sektor pertanian, perkebunan, serta peternakan.
Dalam sambutannya, Bupati Wempi menyampaikan bahwa peluncuran Satgas PESAT bukan sekadar seremoni formal, melainkan bagian dari komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian pangan sekaligus mengatasi pengangguran.
“Saya akan menunggu hasil nyata dari Satgas PESAT yang kita launching pagi ini. Ini bukan seremoni biasa, tapi harus melahirkan hasil sebagaimana kita harapkan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa program ini merupakan wujud sinergi antara visi pembangunan daerah dengan kebijakan nasional asta cita.
“Satgas PESAT adalah orang-orang terpilih yang diberikan penugasan khusus untuk menyukseskan tujuan besar pembangunan daerah. Ini selaras dengan Asta Cita, terutama pada pilar ketahanan pangan,” ujarnya.
Satgas PESAT akan dibekali dengan peralatan dan teknologi pertanian modern. Bupati Wempi juga meminta dukungan penuh dari Kementerian Pertanian, baik dalam hal kemudahan perizinan, sertifikasi, maupun peluang menjadikan program ini sebagai pilot project tingkat nasional.
Dalam arahannya, Bupati Wempi juga menyinggung pentingnya menghapus stigma lama terhadap sektor pertanian.
“Jangan lagi ada anggapan bahwa bertani itu pekerjaan rendah. Justru dari sini kita bangun fondasi ekonomi yang kuat, sehat, dan mandiri,” katanya.
Ia turut menambahkan, perhatian terhadap kesehatan para petugas lapangan akan menjadi prioritas, demi menjaga produktivitas dan kesejahteraan Satgas PESAT secara menyeluruh.
Sementara itu, Eka selaku perwakilan Kementerian Pertanian yang hadir menyampaikan apresiasi terhadap langkah progresif Pemkab Malinau. Ia menyebut, Program PESAT punya potensi dikembangkan menjadi model kawasan pertanian terpadu sekaligus destinasi agro wisata, yang tidak hanya mendongkrak produksi tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. (syl)








