Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Malinau menyiapkan enam program strategis untuk periode 2026–2030, mulai dari perluasan olahraga masyarakat hingga wilayah pedalaman dan perbatasan, pelestarian permainan tradisional, hingga pengembangan wisata olahraga atau sport tourism.
Enam program tersebut disampaikan Ketua KORMI Kabupaten Malinau Lewi Mawa, S.E., M.M., seusai dilantik bersama jajaran pengurus oleh Ketua Umum KORMI Provinsi Kalimantan Utara Ahmad Jufri, S.E., M.M., di Ruang Laga Feratu, Rabu (14/10/2026).
Lewi mengatakan, salah satu fokus kepengurusannya adalah membudayakan gerakan Malinau Bugar melalui kegiatan olahraga rekreasi yang dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat.
Program tersebut direncanakan menjangkau masyarakat di kawasan perkotaan hingga desa-desa pedalaman dan perbatasan melalui kegiatan senam sehat bersama secara rutin.
Selain memperluas partisipasi masyarakat, KORMI Malinau juga akan memprioritaskan pelestarian olahraga tradisional dan permainan rakyat dari berbagai etnis.
Upaya tersebut dilakukan melalui inventarisasi, pembinaan, dan penyelenggaraan perlombaan agar permainan tradisional tetap dikenal serta diminati generasi muda.
Menurut Lewi, keberagaman budaya dan etnis di Malinau merupakan potensi yang dapat dikembangkan melalui kegiatan olahraga masyarakat sekaligus menjaga identitas budaya daerah.
Program berikutnya adalah penguatan Induk Organisasi Olahraga (Inorga), yang mencakup olahraga kesehatan dan kebugaran, olahraga tradisional dan kreasi budaya, serta olahraga petualangan dan tantangan.
KORMI juga merencanakan penyelenggaraan festival olahraga rekreasi sebagai wadah partisipasi masyarakat sekaligus pembinaan dan seleksi pegiat olahraga untuk mengikuti Festival Olahraga Daerah (Forda) maupun Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas).
Di sektor pariwisata, KORMI Malinau berencana mengembangkan kegiatan olahraga berbasis potensi alam daerah.
Lewi menilai keberadaan sungai dan kawasan pegunungan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga petualangan, seperti arung jeram, bersepeda gunung, dan trail run, yang diharapkan turut mendukung pengembangan pariwisata Malinau.
Sementara itu, program keenam diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital melalui pengembangan sistem informasi KORMI Malinau.
Salah satu rencananya adalah membangun website yang memuat profil organisasi serta informasi berbagai kegiatan olahraga masyarakat agar lebih mudah diakses publik.
Lewi menegaskan, pelaksanaan keenam program tersebut membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), lembaga adat, tokoh masyarakat, dan media.
Ia berharap kepengurusan KORMI periode 2026–2030 dapat membangun organisasi yang terbuka dan mampu mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan olahraga.
“Jadikanlah KORMI sebagai rumah yang ramah, terbuka, dan menggembirakan bagi seluruh warga Malinau,” pesannya. (*)








