Malinau – Nuansa hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan malam ramah tamah yang digelar Pemerintah Kabupaten Malinau bersama delegasi Sarawak, Malaysia, di Balai Adat Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Rabu (25/3/2026) malam. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian kunjungan kerja lintas negara yang berfokus pada penguatan hubungan sosial, budaya, serta kerja sama pembangunan kawasan perbatasan.
Wakil Bupati Malinau, Jakaria, S.E., M.Si., hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Agustinus. Kehadiran jajaran pemerintah daerah ini menjadi bentuk komitmen dalam mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin erat antara masyarakat perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Delegasi Sarawak dipimpin oleh Wilson Ugak Anak Kumbong, yang turut didampingi sang istri Datin Leyta Kupa serta sejumlah pejabat penting dari wilayah Sarawak. Di antaranya, Bupati Kapit Elvis Anak Didit, Bupati Miri Galong Anak Luang, Wakil Bupati Kapit Robert Liman Anak Deli, serta jajaran aparat keamanan dan kepala wilayah dari berbagai distrik di Sarawak.
Dalam sambutannya, Jakaria menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menilai momentum ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarwilayah perbatasan. Ia menegaskan bahwa hubungan yang terjalin tidak hanya bersifat formal antar pemerintah, tetapi juga telah lama hidup dalam interaksi sosial masyarakat lintas batas.
“Malam ramah tamah ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol kedekatan dan persaudaraan yang telah terjalin sejak lama. Ini menjadi fondasi kuat dalam membangun kerja sama yang lebih luas ke depan,” ujar Jakaria.
Selain agenda diplomasi, kegiatan ini juga menjadi panggung bagi Pemerintah Kabupaten Malinau untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada tamu dari Sarawak. Berbagai pertunjukan seni tradisional ditampilkan, disertai pameran kerajinan khas seperti anyaman rotan dan batik lokal yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Apau Kayan.
Antusiasme terlihat dari para tamu undangan yang menikmati suguhan budaya tersebut. Hal ini dinilai sebagai bentuk diplomasi budaya yang efektif dalam mempererat hubungan emosional antar masyarakat lintas negara.
Kunjungan ini juga membawa harapan besar bagi masyarakat di kawasan perbatasan, khususnya Apau Kayan, yang selama ini menghadapi tantangan keterbatasan akses dan infrastruktur. Dengan adanya komunikasi yang intensif antara kedua pihak, diharapkan akan lahir kerja sama konkret dalam pembangunan wilayah, baik di sektor infrastruktur, ekonomi, maupun digitalisasi.
Pemerintah Kabupaten Malinau optimistis bahwa pertemuan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara Indonesia, khususnya Kabupaten Malinau, dengan Sarawak, Malaysia. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.








