MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Fenomena sandwich generation semakin banyak menjadi perhatian di Indonesia. Istilah ini merujuk pada seseorang yang berada di usia produktif dan harus menanggung kebutuhan hidup lebih dari satu generasi, yakni membiayai anak sekaligus membantu orang tua atau anggota keluarga yang lebih tua. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri di tengah meningkatnya biaya hidup dan tuntutan ekonomi.
Fenomena ini banyak dialami oleh pekerja muda maupun mereka yang telah berkeluarga. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, mereka juga harus membantu biaya kesehatan, kebutuhan sehari-hari, hingga pengeluaran lain bagi orang tua yang sudah tidak produktif. Akibatnya, tidak sedikit yang merasa kesulitan menabung, berinvestasi, bahkan mempersiapkan dana pensiun.
Secara umum, sandwich generation terbagi dalam beberapa jenis. Pertama, The Traditional Sandwich Generation, yaitu individu yang menanggung kebutuhan anak sekaligus orang tua dalam waktu yang bersamaan. Kondisi ini merupakan bentuk yang paling umum terjadi dan sering menjadi tantangan bagi keluarga usia produktif.
Jenis kedua adalah The Club Sandwich Generation. Kelompok ini memiliki tanggung jawab yang lebih besar karena harus mengurus lebih dari dua generasi sekaligus, seperti anak, orang tua, bahkan kakek atau nenek. Dalam beberapa kasus, mereka juga masih membantu saudara atau anggota keluarga lainnya sehingga tekanan finansial dan emosional menjadi lebih berat.
Sementara itu, The Open-Faced Sandwich Generation menggambarkan seseorang yang hanya memiliki tanggung jawab pada satu sisi generasi, misalnya masih lajang tetapi harus membiayai orang tua, atau sudah memiliki anak namun tidak lagi memiliki tanggungan terhadap orang tua. Meski beban yang dihadapi berbeda, kelompok ini tetap memerlukan pengelolaan keuangan yang baik agar kondisi finansial tetap sehat.
Para perencana keuangan menyarankan masyarakat mulai menyusun anggaran, membangun dana darurat, memiliki perlindungan asuransi, serta berdiskusi secara terbuka dengan anggota keluarga mengenai pembagian tanggung jawab. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi tekanan ekonomi sekaligus menjaga hubungan antaranggota keluarga tetap harmonis.
Di tengah perubahan kondisi sosial dan ekonomi, fenomena sandwich generation diperkirakan akan terus meningkat. Dengan pemahaman mengenai jenis-jenisnya serta perencanaan keuangan yang matang, masyarakat diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab terhadap keluarga tanpa mengabaikan kebutuhan dan masa depan diri sendiri.








