Penulis : Steven YL | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Gelora Festival budaya rakyat terbesar di Bumi Intimung kian terasa. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malinau, Dr. Kristian, M.Si menegaskan bahwa seluruh persiapan menjelang perhelatan Irau ke-11 Tahun 2025 telah berada di jalur yang matang dan terkendali.
“Hari ini sudah masuk hari ke-21 latihan, khususnya untuk tarian kolosal yang melibatkan 1.000 penari,” ungkap Kristian saat ditemui di lokasi pusat kegiatan Irau di Padan Liu Burung, Rabu (24/09/2025).
Menurut Kristian, bukan hanya tarian kolosal yang mendapatkan perhatian serius. Berbagai persiapan juga telah dilakukan oleh seluruh etnis adat dan paguyuban yang ada di Kabupaten Malinau.
Koordinasi antar kelompok terus dilakukan untuk memastikan setiap penampilan berjalan lancar.
“Mereka sudah sangat siap dan telah menyiapkan segala sesuatu untuk menampilkan pegelaran budaya masing-masing,” tuturnya.
Kristian menekankan, Irau bukan sekadar pesta rakyat tahunan, tetapi juga menjadi ajang untuk meningkatkan kualitas pelestarian budaya lokal yang terus mengalami perkembangan.
“Tentu ada peningkatan dibanding pelaksanaan sebelumnya, baik dari penampilan stand maupun pegelaran seni budayanya. Meski pada Irau ke-11 ini waktu persiapannya cukup singkat, namun semangat masyarakat tetap luar biasa,” tegasnya.
Kristian juga mengajak seluruh masyarakat Malinau untuk berpartisipasi aktif dan meramaikan seluruh rangkaian acara.
“Ini pesta rakyat. Sebagai masyarakat Malinau yang berbudaya, kita wajib hadir menyukseskan Irau, sebagaimana semboyan yang selalu digaungkan Bupati Malinau Wempi: budaya adalah kita, kita adalah budaya,” ujarnya penuh semangat.
Tak hanya ditujukan bagi warga lokal, ajakan ini juga diperluas kepada masyarakat dari luar daerah untuk turut menyaksikan kemeriahan budaya yang berlangsung.
“Mari bersama-sama menyaksikan beragam atraksi budaya yang akan ditampilkan selama 20 hari penuh, 7–26 Oktober 2025,” tambah Kristian.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Irau tahun ini akan dikemas dalam tiga sesi setiap hari. Pagi hari akan diisi oleh atraksi dari etnis, siang hari oleh perwakilan paguyuban, dan malam hari akan diakhiri dengan pertunjukan kesenian dari berbagai kalangan. (syl)








