Malinau Terima Sertifikat Eliminasi Malaria, Bukti Keberhasilan Lawan Endemik di Tengah Rimba Borneo

Sertifikat Eliminasi Malaria

Penulis : Medry | Editor : Evandry

BALI, PIJARMALINAU.COM – Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang selama ini dikenal dengan kondisi geografis ekstrem dan dominasi kawasan hutan tropis, kini mencatat sejarah baru dalam bidang kesehatan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dalam ajang The 9th Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination yang digelar di Hilton Resort Bali, Selasa (17/6/2025), Kabupaten Malinau menerima Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sertifikat tersebut diterima langsung oleh Bupati Malinau, Wempi W. Mawa., SE., MH, dalam sebuah forum yang dihadiri para pemimpin dan pemangku kepentingan dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

“Ini adalah hasil kerja kolektif dari semua elemen di Malinau, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan tentu saja masyarakat. Tanpa partisipasi mereka, eliminasi ini mustahil tercapai,” ujar Bupati Wempi usai menerima penghargaan.

Untuk bisa meraih status eliminasi malaria, Malinau harus memenuhi tiga indikator ketat yang ditetapkan Kementerian Kesehatan:

  1. API (Annual Parasite Incidence) atau angka insidensi malaria tahunan harus di bawah 1 per seribu penduduk.

  2. SPR (Slide Positivity Rate) atau persentase pemeriksaan darah yang menunjukkan hasil positif malaria harus di bawah 5%.

  3. Tidak ada kasus malaria Plasmodium falciparum, jenis malaria paling berbahaya, selama tiga tahun berturut-turut.

“Kabupaten Malinau telah memenuhi seluruh indikator tersebut secara konsisten. Ini bukan hanya pencapaian lokal, tetapi juga kontribusi besar dalam agenda nasional menuju Indonesia bebas malaria 2030,” terang drg. Murti Utami, MPH, Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Kementerian Kesehatan RI.

Sebagai kabupaten yang luasnya lebih dari separuh Kalimantan Utara, sebagian besar daerah Malinau merupakan hutan tropis dengan akses terbatas. Tantangan geografis ini membuat upaya eliminasi malaria menjadi jauh lebih sulit dibandingkan daerah perkotaan.

“Kita menghadapi medan yang berat. Banyak daerah yang hanya bisa dijangkau lewat jalur sungai atau udara. Tapi kita tidak pernah menyerah. Kita hadir di lapangan, memastikan setiap warga mendapatkan akses pemeriksaan dan edukasi,” jelas Wempi.

The 9th Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination, 15–18 Juni 2025, Bali

Dalam forum tersebut, ada sembilan kabupaten di seluruh Indonesia yang menerima Sertifikat Eliminasi Malaria, yaitu:

  1. Kabupaten Malinau (Kalimantan Utara)
  2. Kabupaten Kepulauan Anambas (Kepulauan Riau)

  3. Kabupaten Tanah Bumbu (Kalimantan Selatan)

  4. Kabupaten Balangan (Kalimantan Selatan)

  5. Kabupaten Aceh Jaya (Aceh)

  6. Kabupaten Buru Selatan (Maluku)

  7. Kabupaten Sumbawa Barat (NTB)

  8. Kabupaten Lombok Utara (NTB)

  9. Kabupaten Maybrat (Papua Barat Daya)

Dengan masuknya Malinau dalam daftar tersebut, daerah yang dikenal sebagai “Bumi Intimung” ini kembali menegaskan posisinya sebagai pionir pembangunan sektor kesehatan di wilayah perbatasan dan pedalaman. (md)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *