Petani Malinau Diimbau Waspada, Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Padi

Hama Ulat

Penulis : Steven YL | Editor : Evandry

MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Serangan hama ulat mulai mengintai lahan pertanian padi di Kabupaten Malinau.

Bacaan Lainnya

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malinau, Frent Tomi Lukas, S.Hut., M.Si., mengingatkan para petani untuk tidak lengah terhadap gejala awal serangan hama tersebut, terutama pada tanaman padi yang baru mulai tumbuh.

“Serangan ulat sudah terdeteksi di beberapa titik. Kalau tidak segera ditangani, penyebarannya bisa sangat cepat dan meluas,” kata Frent Tomi Lukas pada pesan group aplikasi WhatsApp, Selasa (19/8/2025).

Ia menjelaskan bahwa hama ulat kerap muncul dari siklus perkembangan kupu-kupu yang bertelur di daun tanaman. Oleh sebab itu, langkah pencegahan dengan penyemprotan insektisida dinilai penting untuk dilakukan sedini mungkin.

“Kami menyarankan petani untuk menggunakan insektisida berbahan aktif Bifenthrin atau Profenofos. Dua bahan aktif ini cukup efektif mengendalikan ulat maupun jenis hama serangga lainnya seperti wereng, penggerek batang, dan penghisap daun,” jelasnya.

Frent juga menekankan bahwa penanganan sejak dini merupakan kunci untuk meminimalisasi kerusakan yang lebih luas pada lahan pertanian.

“Kalau kita terlambat bertindak, kerusakannya bisa signifikan dan berpengaruh terhadap produktivitas panen. Jadi, lebih baik dicegah daripada nanti menyesal,” ujarnya.

Dinas Pertanian Kabupaten Malinau saat ini terus melakukan pemantauan intensif di lapangan dan membuka kanal pelaporan bagi petani yang menemukan tanda-tanda serangan hama di lahan mereka.

“Kami harap petani segera melapor jika ada indikasi serangan. Ini bagian dari upaya kolektif kita menjaga ketahanan pangan di daerah. Dengan langkah cepat dan tepat, kita bisa cegah kerugian yang lebih besar,” pungkasnya. (syl)

Ikuti saluran WhatsApp Pijar Malinau untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *