Penulis : Medry | Editor : Evandry
MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Frambusia masih menjadi salah satu penyakit menular yang mengancam kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah tropis. Penyakit ini tergolong ke dalam kelompok penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Diseases) dan memerlukan penanggulangan secara terus-menerus, efektif, dan efisien.
Frambusia merupakan infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Treponema pertenue. Penyakit ini menular secara langsung dari manusia ke manusia dan umumnya menyerang kulit, bahkan dapat menyebabkan kecacatan serius pada tulang jika tidak ditangani.
Mengenal Frambusia Lebih Dekat
Di berbagai daerah, frambusia dikenal dengan sebutan lokal seperti patek, puru, buba, pian, parangi, atau abandi. Penyakit ini menyebar melalui kontak langsung dengan cairan luka penderita, terutama jika mengenai kulit yang terluka, lecet, atau tidak utuh.
Penularan juga bisa terjadi secara tidak langsung melalui lalat, penggunaan alat rumah tangga bersama, atau pakaian yang terkontaminasi. Bahkan, bayi bisa tertular dari ibu melalui ASI.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan frambusia di antaranya:
-
Hidup di lingkungan yang kumuh, hangat, dan lembap
-
Jarang mandi atau menjaga kebersihan tubuh
-
Sering menggunakan pakaian yang sama secara bergantian
-
Adanya luka terbuka atau infeksi kulit seperti kudis dan bisul
Gejala Awal dan Lanjutan
Gejala frambusia biasanya muncul antara dua hingga empat minggu setelah infeksi, namun bisa juga sampai 90 hari. Gejala awal ditandai dengan:
-
Benjolan di kulit yang menyerupai buah raspberry
-
Gatal berkepanjangan di area kulit yang terinfeksi
-
Gatal menjalar ke bagian tubuh lainnya
Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat berkembang ke tahap lanjutan. Pada tahap ini, frambusia bisa menyerang telapak tangan dan kaki, sendi, serta tulang, menyebabkan:
-
Keropos tulang
-
Benjolan dan kelainan bentuk pada sendi dan tulang
-
Penebalan, pecah-pecah, dan nyeri pada telapak tangan dan kaki
Upaya Penanggulangan Frambusia
Penanggulangan frambusia bertujuan untuk memutus mata rantai penularan dan menurunkan angka kesakitan serta kecacatan akibat penyakit ini. Langkah-langkah pencegahan meliputi:
-
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
-
Menghindari kontak langsung dengan luka terbuka penderita
-
Tidak berbagi pakaian atau alat pribadi
-
Segera memeriksakan diri jika muncul gejala mencurigakan
Frambusia dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat untuk mendeteksi dini gejala dan menerapkan pola hidup bersih menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit ini. (md)








