Tips Menang Lomba Makan Kerupuk, Teknik Gigitan Awal hingga Saran Dokter Pencernaan

Lomba Makan Kerupuk

Penulis : Medry | Editor : Evandry

MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Lomba makan kerupuk jadi salah satu ikon yang tak pernah absen dalam perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) setiap 17 Agustus.

Bacaan Lainnya

Murah meriah, penuh tawa, dan selalu ramai peminat, lomba ini memang selalu jadi favorit warga.

Meski terkesan simpel, cukup gantung kerupuk dengan tali rafia, nyatanya butuh trik dan strategi khusus agar bisa jadi juara.

Dikutip dari detik.com, Hasan (27), seorang karyawan swasta asal Malang yang mengaku langganan juara lomba kerupuk sejak kecil, membocorkan jurus-jurus andalannya agar kerupuk cepat tandas meski digantung dan berayun-ayun.

1. Posisi Kerupuk: Sejajar Hidung Lebih Ideal

Menurut Hasan, posisi awal kerupuk menentukan jalannya lomba. Ia biasa meminta panitia menggantung kerupuk sejajar dengan hidung.

“Kalau kerupuk sejajar hidung, kita bisa tahan pakai hidung pas dia mulai goyang. Nggak usah jinjit-jinjit, jadi lebih stabil,” kata Hasan.

Namun, ia mengakui posisi ini butuh sedikit menunduk di awal. “Tapi lama-lama lebih enak dibanding terlalu tinggi atau rendah,” jelasnya.

Tips Praktis:
✓ Posisikan kerupuk sejajar hidung agar lebih mudah dikontrol saat mulai goyang.

2. Strategi Gigitan Pertama: Mulai dari Samping

Gigitan pertama memang paling menentukan. Hasan menyarankan untuk tidak langsung menggigit bagian tengah.

“Biasanya aku gigit dari bawah samping, kalau kerupuk diibaratkan jam dinding, di angka 7 atau 4,” jelasnya.

Dengan begitu, bagian lancip akan lebih mudah digigit selanjutnya.

Tips Praktis:
✓ Awali gigitan dari sudut bawah agar lebih mudah menghabiskan bagian lainnya.

3. Ritme Mengunyah: Jangan Menunda!

Ada dua tipe peserta lomba kerupuk, yang gigit dulu banyak baru ngunyah dan yang langsung kunyah setelah menggigit.

Hasan memilih cara kedua. “Habis gigit, langsung kunyah. Kalau nunggu penuh baru dikunyah, malah bisa lama,” katanya.

Senada, Aprilia (26), ibu rumah tangga asal Malang, mengaku sering kalah karena kecepatan mengunyah yang lambat.

“Ngunyah itu penting. Kalau lambat, ya susah menang,” ujarnya.

Lalu, bagaimana kalau ada yang menelan kerupuk tanpa mengunyah sempurna?

Menurut dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, meski tetap ada risiko tersedak, kerupuk cenderung aman karena mudah hancur.

“Yang penting kerupuknya harus renyah,” ujar konsultan kesehatan pencernaan itu, Jumat (15/8/2025).

Tips Praktis:
✓ Sesuaikan teknik mengunyah dengan kemampuan pribadi, jangan paksakan.

4. Mengontrol Kerupuk: Manfaatkan Hidung, Lidah, dan Bibir

Saat kerupuk mulai goyang bebas karena angin atau gerakan tali, Hasan menyarankan menggunakan hidung untuk menahannya.

Tapi kalau kerupuk sudah menjauh dari hidung? April punya cara alternatif.

“Gunakan bibir atau lidah. Kalau bibir dibasahi ludah, kerupuk bisa nempel. Lidah juga bisa bantu arahkan,” jelasnya.

Tips Praktis:
✓ Kerupuk lebih mudah dikontrol dengan permukaan basah seperti lidah dan bibir.

5. Manajemen Waktu: Konsistensi Lebih Penting dari Gaspol

Banyak peserta memilih “ngebut” di akhir lomba. Tapi Hasan menekankan pentingnya konsistensi dari awal.

“Selama ngunyahnya cepet terus, kemungkinan besar bakal menang,” katanya percaya diri.

Tips Praktis:
✓ Jaga ritme sejak awal, jangan cuma ngebut di akhir.

Jadi, meski lomba makan kerupuk hanya untuk seru-seruan, bukan berarti tak bisa dimenangkan dengan strategi.

Siapkan posisi, tentukan titik gigitan, atur ritme kunyahan, dan yang paling penting adalah nikmati keseruannya!

Siapa tahu, Agustusan kali ini kamu bisa pulang bawa hadiah dan gelar “Raja Kerupuk” di kampungmu! (md)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *