MALINAU, PIJARMALINAU.COM – Turnamen futsal tahunan Bupati Malinau Cup (BMC) kembali digelar sebagai wadah strategis dalam menyalurkan bakat sekaligus mengembangkan potensi atlet futsal di Kabupaten Malinau.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga difungsikan sebagai sarana seleksi pemain yang akan memperkuat tim futsal Malinau pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Tahun 2026 yang rencananya digelar di Kabupaten Malinau.
Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (AFKAB) Malinau, Arnest Bernard, menjelaskan bahwa BMC merupakan agenda rutin tahunan yang secara konsisten diselenggarakan sebagai bentuk komitmen pembinaan atlet daerah.
Namun, pelaksanaan tahun ini memiliki nuansa berbeda karena untuk pertama kalinya digelar di venue baru, yakni Arena Futsal Malinau, yang merupakan fasilitas modern hasil pembangunan Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
“Tidak ada persiapan khusus karena ini agenda rutin, namun penggunaan venue baru menjadi nilai tambah tersendiri. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung kemajuan olahraga futsal di daerah,” ujar Arnest.
Turnamen BMC tahun ini mempertandingkan dua kategori, yakni putra dan putri. Untuk kategori putra menggunakan sistem gugur, sementara kategori putri menggunakan sistem setengah kompetisi. Meskipun tidak ada persyaratan khusus bagi peserta, seluruh tim diwajibkan mematuhi regulasi yang telah ditetapkan melalui pertemuan teknik sebelum pertandingan berlangsung.
Arnest mengakui bahwa jumlah peserta tahun ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya sejumlah turnamen futsal yang diselenggarakan di daerah lain dalam waktu yang bersamaan. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kualitas kompetisi tetap terjaga.
AFKAB Malinau bersama panitia pelaksana telah berupaya maksimal dalam menyiapkan venue dan fasilitas pendukung guna menjamin kenyamanan serta keamanan pemain maupun penonton.
Dukungan pemerintah daerah juga dinilai sangat besar, tidak hanya melalui pembangunan fasilitas olahraga, tetapi juga melalui bantuan dana hibah yang disalurkan melalui KONI kepada cabang olahraga.
Dalam pelaksanaannya, AFKAB terus menjalin koordinasi dengan KONI sebagai induk organisasi olahraga serta Dispora sebagai representasi pemerintah daerah. Selain itu, keterlibatan klub-klub lokal juga menjadi bagian penting dalam menyukseskan turnamen ini.
“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan atlet. Tim kepelatihan Porprov yang telah dibentuk akan melakukan pemantauan langsung terhadap pemain-pemain potensial selama turnamen berlangsung,” tambah Arnest.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Bupati Malinau Cup memiliki dampak positif yang signifikan, khususnya dalam pembinaan atlet muda. Ajang ini dinilai mampu menjadi sarana untuk menunjukkan kemampuan, mengasah mental bertanding, serta menambah pengalaman kompetisi bagi para atlet.
Arnest juga menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas serta mempererat silaturahmi antar pemain. Sementara kepada masyarakat, ia mengajak untuk turut menjaga kondusivitas selama pertandingan dan terus memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga di Kabupaten Malinau.








